Pulihkan Perekonomian, Gus Muhdlor Ajak Koperasi dan UMKM di Sidoarjo Manfaatkan Kurda Sayang Bunga 3 Persen


Pulihkan Perekonomian, Gus Muhdlor Ajak Koperasi dan UMKM di Sidoarjo Manfaatkan Kurda Sayang Bunga 3 Persen KURDA - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meminta koperasi dan UMKM memanfaatkan program Kurda Sayang dengan bunga 3 persen setahun saat membuka Bimtek Perkoperasian di Hotel Luminor, Sidoarjo, Senin (13/09/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengajak koperasi dan Usaha Mikro Kecil Mikro (UMKM) untuk memanfaatkan program Kurda Sayang. Hal ini untuk memulihkan perekonomian di Sidoarjo paska pandemi Covid-19.

Selain itu, bunga program Kurda Sayang bunganya cukup ringan. Yakni hanya 3 persen dalam setahun.

Gus Muhdlor mengatakan kedua sektor itu harus didorong agar memanfaatkan program Kurda Sayang. Program pinjaman bunga ringan hanya 3 persen per tahun ini sengaja disiapkan Gus Muhdlor untuk menghidupkan kembali pelaku UKM dan UMKM yang mengalami kontraksi produksi selama Pandemi.

"Program Kurda Sayang ini juga memberi kesempatan untuk mereka yang ingin mengembangkan usahanya, tetapi terkendala di permodalan," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Senin (13/09/2021) sore.

Gus Muhdlor menjelaskan melalui bank berplat merah BPR Delta Artha Sidoarjo ini telah diluncurkan. Yakni program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Sidoarjo yang Gemilang (Sayang). Kredit ini diharapkan bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi di Sidoarjo.

"Sekalian dengan kembali menggeliatkan UMKM dan menumbuhkan wirausahawan baru di Sidoarjo," tegas Gus Muhdlor saat membuka Bimtek Perkoperasian di Hotel Luminor, Sidoarjo.

Karena itu, Bupati muda alumni Fisip Unair ini juga mengajak pelaku UMKM dan seluruh warga untuk memanfaatkan permodalan murah itu. Menurutnya program itu jangan sampai disia-siakan.

"UMKM yang kesulitan modal, ayo dimanfaatkan. Ini bunganya paling murah, hanya 3 persen per tahun. Di luar, KUR nasional itu bunganya 6 persen per tahun. Yang non KUR malah di atas 10 persen. Bahkan bisa 15 persen," ungkapnya.

Bagi Gus Muhdlor pandemi Covid-19 ini berdampak ke semua lapisan masyarakat. Menurutnya bukan hanya sektor kesehatan, sektor pendidikan, sektor sosial keagamaan, akan tetapi terlebih pada sektor ekonomi.

"Sudah selayaknya semua stakeholder wajib berkolaborasi. Kalau memungkinkan untuk membeli di toko kelontong sebelah rumah, kenapa harus membeli di tempat yang lain. Semakin ekonomi itu berputar dibawa akan semakin kuat perekonomian yang ada di Sidoarjo," pintahnya.

Sementara itu berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Sidoarjo, jumlah koperasi Tahun 2020 sebanyak 1.470 unit. Sedangkan yang aktif 720 koperasi. Karena itu, koperasi harus bersatu-padu untuk kembali berputar agar perekonomian bisa bangkit.

"Nanti di Tahun 2022, ada program pemberian hibah untuk RT dengan sasaran ibu rumah tangga. Secara bertahap hibah ke RT ini jumlahnya Rp 5 juta sampai Rp 50 juta," pungkasnya. Hel/Waw