Proyek Pembangunan Wisma Atlet Mangkrak Usai Peristiwa OTT KPK, Bakal Dikerjakan Lagi Tahun 2021


Proyek Pembangunan Wisma Atlet Mangkrak Usai Peristiwa OTT KPK, Bakal Dikerjakan Lagi Tahun 2021 MANGKRAK - Proyek bangunan Wisma Atlet yang ada di JL Pahlawan, Sidoarjo yang dikerjakan senilai Rp 13,4 miliar mangkrak setelah ada kasus OTT KPK sekitar setahun lalu, Senin (25/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proyek pembangunan Wisma Atlet yang sebelumnya Tahun 2019 lalu dikerjakan dengan anggaran senilai Rp 13,4 miliar, bakal dikerjakan lagi Tahun 2021. Mega proyek yang sempat mangkrak karena kasus dugaan korupsi peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setahun lalu ini, bakal dikerjakan dengan anggaran senilai Rp 28 miliar.

Besaran anggaran pembangunan proyek di JL Pahlawan I Sidoarjo itu, sudah mendapat alokasi anggaran khusus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021.

"Harus dikerjakan lagi proyek Wisma Atlet itu agar tidak terbengkalai. Sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk wisma atlet tidak sedikit. Dalam APBD 2021 dialokasikan senilai Rp 28 miliar," ujar anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, Senin (25/01/2021).

Selain itu, kata politikus PAN ini, pembangunan wisma atlet ditarget bisa tuntas Tahun 2021 ini.

"Agar fasilitas negara itu bisa segera dioperasionalkan dan dimanfaatkan," pintahnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Sidoarjo, Djoko Supriyadi menilai kebutahan bangunan Wisma Atlet merupakan hal yang penting. Baginya, ada beberapa pertimbangan Wisma Atlet proyek pekerjaannya harus diselesaikan.

"Misalnya kawasan GOR Sidoarjo saat ini memiliki venue olahraga berstandar nasional maupun internasional. Mulai Stadion, Kolam Renang, Lintasan Sepatu Roda, hingga Lapangan Tenis. Sehingga akan banyak event olahraga yang digelar di Sidoarjo. Apalagi, dekat dengan SMANOR Jatim," ungkapnya.

Ketika ada event olahraha di Sidoarjo, kata Djoko maka kebutuhan tempat tinggal sementara bagi atlet, pembina maupun pelatih sangat tinggi. Makanya dibutuhkan Wisma Atlet itu.

"Harapan kami, harga sewa Wisma Atlet bisa lebih murah dibandingkan hotel-hotel di kawasan GOR Sidoarjo," tegasnya.

Tidak hanya saat ada pertandingan, bagi Djoko, kawasan GOR Sidoarjo juga kerap dijadikan tempat Puslatda atau Puslatnas. Kegiatan itu membutuhkan tempat tinggal sementara bagi atlet ataupun pelatih ketika berlatih. Keluhan tentang fasilitas tempat tinggal sementara bagi atlet ataupun pelatih ini yang kerap muncul ketika ada event olahraga di Sidoarjo.

"Peluang itu yang kami tangkap. Sehingga keberadaan Wisma Atlet diharapkan bisa semakin menunjang kebutuhan para atlet maupun pelatih. Agar olahraga di Sidoarjo dapat semakin berkembang pesat," tandasnya. Hel/Waw