Proyek Betonisasi JL Raya Becirongengor Wonoayu Senilai Rp 8,6 Miliar Dikerjakan Rekanan asal Tuban


Proyek Betonisasi JL Raya Becirongengor Wonoayu Senilai Rp 8,6 Miliar Dikerjakan Rekanan asal Tuban DIKERJAKAN - Proyek pembangunan betonisasi (cor) JL Raya Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo sepanjang 1,7 kilometer dikerjakan PT Sugih Waras Jaya Tuban dengan nilai Rp 8,6 miliar mulai dikerjakan dengan meratakan jalan, Rabu (16/06/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proyek pembangunan betonisasi (cor) JL Raya Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo mulai dikerjakan. Proyek sepanjang 1,7 kilometer itu dikerjakan PT Sugih Waras Jaya, Tuban dengan nilai Rp 8,6 miliar dari pagu anggaran senilai Rp 12,5 miliar.

Rencananya, pembangunan jalan beton jalur alternatif Sidoarjo - Krian itu, ditargetkan bakal diselesaikan September 2021 mendatang atau ditargetkan bakal selesai selama 4 bulan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA), Sigit Setyawan mengatakan proyek lanjutan ruas jalan Kebonagung (Sukodono) menuju Kemasan (Krian) ini mulai dari perbatasan Desa Sawocangkring, Desa Wilayut hingga Desa Becirongengor. Jalan yang dibeton akan ditinggikan 40 sentimeter dan dicor dengan penguatan tulang besi kolom.

"Sekarang yang dikerjakan penggalian dan pemasangan U-Ditch. Kalau spesifikasinya sudah sesuai, maka akan dilanjutkan dengan pemadatan. Pekerjaan ini diselesaikan, sebelum dibeton," ujar Sigit Setyawan saat ditemui ketika Paripurna di Kantor DPRD Sidoarjo, Rabu (16/06/2021).

Sigit yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo ini menjelaskan selama proses pengerjaan, pihaknya berjanji bakal melakukan pengawasan dengan ketat. Tujuannya, agar jalan yang dibeton sesuai dengan dokumen kontrak yang sudah disepakati.

"Tim kami bakal mengawasi secara intens agar pengerjaan betonisasi bisa sesuai dengan spesifikasi yang disepakati dalam dokumen kontrak kerjanya," ungkapnya.

Selain itu, saat dilakukan pemadatan tanah, jalan yang melintas dari Desa Sawocangkring hingga Desa Becirongengor itu bakal dilakukan penutupan. Hal ini lantaran selama proses pemadatan jalan itu tidak boleh dilewati kendaraan.

"Saat pengerjaan jalan bakal ditutup total atau bisa diberlakukan sistem buka tutup. Hal itu disesuaikan dengan kondisi di lapangan," tegasnya.

Sementara salah satu warga Desa Becirongengor, Sutadi mengaku bersyukur jalan rusak parah di kampungnya bisa segera diperbaiki. Hal itu, sudah lama diharapkan masyarakat yang memanfaatkan jalan alternatif Sidoarjo - Krian itu.

"Kami berharap pengerjaan proyeknya dikerjakan secara maksimal dan sesuai spesifikasi agar bisa dimanfaatkan pengguna jalan secara awet," pungkasnya. Hel/Waw