Program Sidoresik di Tarik Tidak Dijalankan Optimal, Tumpukan Sampah di Sungai Masih Marak


Program Sidoresik di Tarik Tidak Dijalankan Optimal, Tumpukan Sampah di Sungai Masih Marak NUMPUK - Salah satu sungai yang dipenuhi sampah domistik dan tumpukan sampah di samping sungai Desa Segodobacang, Kecamatan Tarik Sidoarjo, Jumat (14/01/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Program pemeliharaan saluran sungai, dalam mendukung masyarakat Sidoarjo berperilaku ramah lingkungan dan peduli akan kebersihan serta kelestarian sungai dan kelancaran aliran sungai tidak berlaku di Kecamatan Tarik. Padahal, program ini sebagai tindaklanjut Program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Sungai (Sido Resik) yang dicanangkan Bupati Sidoarjo pada tanggal 30 November 2021.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Sekretaris Daerah (Sekda) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 28 Desember 2021 a/n Bupati Sidoarjo Sekda Achmad Zaini tertanda tangani. SE itu sudah diedarkan kepada Camat se Kabupaten Sidoarjo dan ditembuskan (sosialisasikan) untuk para Kepala Desa (Kades) dan Kepala Kelurahan.

Namun salah satu sungai kecil di Desa Segodobacang, Kecamatan Tarik, yang masih masuk jalan kabupaten ditumpuki sampah. Bahkan di jalan arah menuju ke Desa Banjarwungu dipadati dengan tumpukan sampah domestik. Material sampah menumpuk sejak beberapa hari terakhir dibiarkan saja.

Pantauan republikjatim.com, pintu air sungai yang berada di kampung Segodobacang, terlihat dipenuhi sampah plastik rumah tangga, styrofoam, kayu, potongan bambu kering, hingga barang-barang rumah tangga lainnya. Kondisi itu membuat pengguna jalan raya yang melintas melintas di sepanjang jalan pemandangan terlihat jorok. Apalagi di samping sungai banyak masyarakat yang seenaknya buang sampah sembarangan.

"Setiap turun hujan, bau tak sedap menyengat saat melintasi jalan itu sangat terasa. Bahkan ada bau batang hewan dan sampah rumah tangga," ujar Kusen warga sekitar, Jumat (14/01/2022).

Kusen menjelaskan tumpukan sampah yang ada di sungai atau di samping sungai ini memang terlihat sejak lama. Bahkan belum ada upaya dari pihak terkait di Tarik untuk membersihkannya.

"Harusnya segera ada ditindak lanjut. Kalau perlu melibatkan warga agar ikut bahu membahu mensukseskan program Bupati Sidoarjo soal revitalisasi fungsi sungai (Sido Resik) itu. Termasuk, Camat Tarik harusnya melaksanakan pemetaan sungai mana saja yang dipenuhi sampah baik kiriman atau dari sungai tetangga desa," tegasnya.

Sementara secara terpisah, Camat Tarik Iswadi Pribadi saat dihubungi soal surat edaran program revitalisasi fungsi sungai mengaku sudah disosialisasikan ke seluruh Kepala Desa di Kecamatan Tarik.

"Sudah kita lakukan sosialisasi surat edaran itu ke Kades se Kecamatan Tarik," tandasnya. Zak/Waw