Prioritaskan Program 100.000 Lapangan Kerja Baru, Gus Muhdlor Minta BLK Siapkan Data Lulusan SMK


Prioritaskan Program 100.000 Lapangan Kerja Baru, Gus Muhdlor Minta BLK Siapkan Data Lulusan SMK PRIORITAS - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) memberi prioritas bagi alumni SMK untuk bisa bekerja di perusahaan saat mengunjungi SMK ITABA Gedangan, Sidoarjo, Selasa (14/09/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan siswa SMK di Sidoarjo yang bakal lulus dan sudah siap memasuki dunia kerja menjadi atensi Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Mudlor). Lembaga Bursa Kerja (LBK) yang dibentuk setiap sekolah kejuruan diminta Bupati Sidoarjo mempersiapkan data base lulusan siswa yang siap bekerja.

Setiap lulusan SMK juga diminta Bupati meningkatkan kompetensinya. Hal ini dilakukan karena lulusan SMK masuk dalam prioritas program 100.000 lapangan kerja baru yang disiapkan Pemkab Sidoarjo melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan.

Gus Muhdlor mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan kebijakan dalam rangka mempercepat membuka lapangan kerja baru melalui MoU (kerjasama) dengan sejumlah perusahaan besar. Seperti industri di kawasan Jabon ditargetkan akan menyerap dan memprioritaskan sekitar 75 persen pekerja asal Sidoarjo.

"Setiap perusahaan besar yang mau investasi mendirikan atau berada di Sidoarjo, harus mengutamakan 75 persen pekerja dari warga Sidoarjo dan BLK Kejuruan. Saya minta Disnaker mengawal program ini," ujar Gus Muhdlor saat membuka Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bursa Kerja Khusus Sistem Antar Kerja dalam jejaring info lowongan kerja Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Antar Negara (AKAN), bagi siswa SMK ITABA Gedangan, Sidoarjo, Selasa (14/09/2021).

Bupati muda alumni Fisip Unair Surabaya ini menjelaskan saat ini terdapat AKL, AKAD dan AKAN. Baginya, itu semua peluang yang bisa dipilih lulusan SMK untuk masuk dunia kerja. Namun Bupati berpesan, lebih baik lulusan SMK berwirausaha sendiri. Upaya lain yang dilakukan Bupati Sidoarjo dalam menekan angka pengangguran terbuka dari lulusan SMK yang saat ini sudah tembus 43.000 atau 14,57 persen dengan mendorong menjadi pengusaha (wiraswasta).

"Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja akan memfasilitasi lulusan SMK yang ingin meningkatkan kompetensinya yang bisa menjadi bekal untuk merintis usaha sendiri. Untuk permodalan Pemkab Sidoarjo sudah memfasilitasi lewat program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Sayang dengan bunga ringan 3 persen per tahun," imbuhnya.

Gus Muhdlor yang juga alumni SMAN 4 Sidoarjo ini memaparkan setiap lulusan SMK dapat meningkatkan kompetensi sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja. Apalagi, saat ini tukang bangunan harus memiliki sertifikat. Oleh sebab itu lulusan SMK wajib meningkatkan kompetensinya.

"Karena hanya berbekal ijazah yang diterima di sekolah saja tidak cukup. Semua harus diimbangi dengan kompetensi skill khusus," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Fenny Apridawati mengaku siap mengawal dan mengupayakan semaksimal mungkin menjembatani antara dunia pendidikan dan dunia industri. Termasuk memfasilitasi pelatihan kompetensi agar ribuan lulusan SMK di Sidoarjo dapat bekerja di Industri maupun mencetak wirausaha baru.

"Kami siap mengawal seluruh siswa-siswi SMK Sidoarjo terutama lulusan SMK ITABA mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya di dunia industri. Apalagi, Tahun 2021 ini SMK ITABA menjajaki kerjasama dengan 52 perusahaan. Rinciannya, 15 perusahaan yang aktif dan 37 perusahaan sebagai praktek kerja industri. Serta mengantarkan lulusannya 90 persen mendapat pekerjaan sesuai kompetensinya," tandasnya. Adv/Hel/Waw