Pj Bupati Sidoarjo Bantu Robil Warga Seketi Balongbendo yang Hidup Sebatang Kara Usai Pisah dari Istrinya


Pj Bupati Sidoarjo Bantu Robil Warga Seketi Balongbendo yang Hidup Sebatang Kara Usai Pisah dari Istrinya BANTUAN - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memberi bantuan Robil (55) warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Rabu (20/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Robil (55) nasibnya kurang beruntung, karena tidak bisa hidup seperti tetangga kanan kirinya. Warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ini sehari-hari tinggal di tempat yang jauh dari layak.

Kondisi ini terjadi setelah Robil dan istrinya berpisah dengan meninggalkan tiga anaknya. Kini, ketiga anaknya ikut bersama mantan istrinya yang kini tinggal di Mojokerto. Sejak saat itu kondisi mental Robil drop dan mengalami depresi. Selain sudah tidak punya rumah, kebutuhan makan sehari-hari mengandalkan uluran tangan saudara dan tetangganya.

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono yang mendapat laporan langsung menelusuri tempat Robil tinggal. Kondisinya memang sangat tidak layak, saat melihat kondisi tempat tinggal Robil. Seketika, Hudiyono yang akrab dipanggil Cak Hud ini menghubungi Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo, Camat serta perangkat Desa Seketi agar segera menindaklanjuti dengan memberikan bantuan.

"Bantuan uang Rp 10 juta ini dipergunakan untuk membangun tempat tinggal Robil yang berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Bangunan semi permanen ini melindungi Robil dari panas dan hujan. Karena sebelumnya Robil membuat hunian sendiri dari kayu bambu yang ditata seperti gubuk di atas rumah warga," ujar Hudiyono, Rabu (20/01/2021).

Cak Hud menjelaskan quick respon (respon cepat) menanggapi pengaduan dari masyarakat soal adanya salah satu warga yang hidup sebatang kara itu harus dilakukan Pemkab Sidoarjo. Bahkan, pihaknya datang langsung melihat kondisi Robil.dan memberikan bantuan berupa uang dan sembako itu.

"Prinsipnya pemerintah harus hadir jangan sampai warga yang kurang beruntung merasa hidup sendiri tidak ada yang membantu", imbuh Hudiyono, usai bertemu Robil di Balai Desa Seketi.

Meski di tengah kesibukan menerima pengaduan jalan rusak yang menuntut juga untuk segera ditangani, tetapi Cak Hud masih tetap memperhatikan persoalan sosial.

"Khususnya perhatian kepada warga yang kurang mampu," tegasnya.

Sementara penuturan warga sekitar, kondisi Robil seperti ini sudah sejak lama setelah berpisah dengan istri dan anak-anaknya. Saat diajak komunikasi Cak Hud dari 10 pertanyaan yang dilontarkan ke Robil hanya 5 pertanyaan yang dijawab.

Pria ini sehari-hari makan kodok atau katak dari hasil tangkapannya sendiri kini sudah menempati tempat yang cukup layak untuk ditinggali dibanding sebelumnya. Zak/Hel/Waw