Peringati May Day Karyawan PT Ecco Indonesia Bagikan 1.500 Paket Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa


Peringati May Day Karyawan PT Ecco Indonesia Bagikan 1.500 Paket Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa BANTUAN - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyerahkan bantuan 1.500 paket sembako untuk 22 Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa bersama karyawan PT Ecco Indonesia saat mengisi Hari Buruh Internasional di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (01/05/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berbeda. Salah satunya yang dilaksanakan Karyawan PT Ecco Indonesia. Mereka mengisi Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2021 itu dengan menyalurkan bantuan 1.500 paket kepada 22 Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa. Kegiatan yang dikemas dengan berbagi ini bertema Belilah Kesulitanmu dengan Sedekah.

Perwakilan Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Ecco Indonesia, Eko Purwanto mengatakan bertepatan dengan peringatan May Day, SPN mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang memfasilitasi program pemberian santunan kepada anak Yatim dan Dhuafa yang ada di Sidoarjo. 

"Santunan ini terhimpun dari para donatur sahabat anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun dalam mengisi bulan suci Ramadhan yang secara langsung disalurkan ke panti asuhan dan dhuafa yang sudah di mulai dari awal Ramadhan hingga sebelum lebaran mendatang," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (01/05/2021).

Sementara sebanyak 50 orang anak yatim dari Panti Asuhan Sabilillah Annahdliyah yang secara simbolis menerima santunan yang diberikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Pendopo Delta Wibawa itu. Gus Muhdlor atas nama masyarakat Sidoarjo merasa bangga dan berterima kasih kepada serikat pekerja karena sudah menyasar tujuan yang tepat. Yakni berbagi di bidang sosial.

"Program buruh ini sangat membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat Sidoarjo," tegasnya.

Selain itu, Gus Muhdlor menambahkan selama buruh yang ikut serikat pekerja memiliki komunikasi dengan pemerintah, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menolak dan memfasilitasi kegiatan untuk kemaslahatan masyarakat Sidoarjo.

"Hari ini bukti, peringatan May Day tidak harus ditandai dengan turun ke jalan. Tetapi bisa diisi dengan kegiatan bhakti sosial. Kegiatan seperti ini tidak ada di daerah lain, hanya ada di Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw