Percepat Pemulihan Ekonomi, Bupati Sidoarjo Dorong Warga Konsumsi Produk Lokal Lewat BUMDes


Percepat Pemulihan Ekonomi, Bupati Sidoarjo Dorong Warga Konsumsi Produk Lokal Lewat BUMDes RESMIKAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali saat meresmikan Kantor Pelayanan terpadu BUMDes Tri Karya Agung Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Minggu (21/11/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi pengungkit kebangkitan perekonomian masyarakat di tingkat desa. Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo ini menilai BUMDes seharusnya bisa menjadi etalase bisnis yang baik bagi produk-produk di desa.

"Semua produk asal desa itu seharusnya bisa dipasarkan langsung di BUMDes. Kemarin saya meresmikan Kantor Pelayanan terpadu BUMDes Tri Karya Agung milik Desa Kebonagung. Cukup bagus. Itu jadi bukti BUMDes bisa bersaing," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Senin (22/11/2021).

Karena itu, Gus Muhdlor pun mendorong kesadaran masyarakat di desa agar mau membeli produk dari desanya sendiri. Contohnya, untuk setiap kegiatan desa, konsumsi yang dihidangkan harusnya berasal dari produk desa itu sendiri.

"Misalkan ada rapat RT, ya paling tidak hidangannya sinom produksi desa itu sendiri atau makanan lain produksi tetangganya sendiri. Jangan beli minuman di supermarket, kecuali terpaksa," imbuh Bupati muda alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Dengan skema itu, lanjut Gus Muhdlor harapannya jika semua ini berjalan, perekonomian berputar di tingkat bawah, dari, oleh dan untuk masyarakat. Dengan kekuatan ekonomi mikro ini, bisa memperkuat ekonomi Sidoarjo.

"Karena uangnya berputar di sini, tidak dibawa keluar Sidoarjo," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo, Yeti Sri Indriastutie menambahkan terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit. Dari jumlah itu, yang masuk kategori maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit dan kategori pemula 118 unit.

"BUMDes terkategori maju itu jika sudah ada kelayakan usaha, ada Peraturan Desa (Perdes), penyertaan modal dan memberikan kontribusi pendapatan asli ke desa. Sementara kategori berkembang, jika BUMDes belum bisa memberikan kontribusi pada desanya. Sedangkan kategori pemula itu ada Perdes, ada penyertaan modal, tapi belum jalan," paparnya.

Beberapa BUMDes tergolong maju seperti di Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Desa Sepande Kecamatan Candi, Desa Tlasih Kecamatan Tulangan, Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati dan Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon.

"Untuk memperkuat BUMDes, Pemkab Sidoarjo juga memberikan pelatihan baik dari sisi manajemen keuangan seperti akuntansi dasar, pengelolaan logistik hingga pemasaran," tandasnya. Adv/Hel/Waw