Pendekar PN Gasmi Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker untuk Warga Miskin


Pendekar PN Gasmi Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker untuk Warga Miskin BAGI - Ratusan anggota pendekar Pagar Nusa (PN) Gasmi membagikan sembako dan masker bagi warga kurang mampu di Ponorogo, Minggu (04/04/2021)

Ponorogo (republikjatim.com) - Ratusan pendekar Pagar Nusa Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (PN Gasmi) Ranting Munggu dan Nambak menggelar baksos, Minggu (04/04/2021). Mereka membagikan ratusan paket sembako untuk keluarga kurang mampu di dua desa di wilayah Rayon PN Gasmi Bungkal itu.

Kegiatan ratusan pendekar PN Gasmi ini merupakan programGasmi Care. Tujuannya mempererat silaturahmi ukhuwah Islamiyah dan berbagi kepada warga kurang mampu.

Sekretaris PN-Gasmi Ranting Munggu, Moh Gufron Fuadi mengatkan acara Gasmi Care ini digelar untuk menjalin kekompakan antar warga PN Gasmi juga menjalin silaturrahmi dengan warga kurang mampu. Tidak hanya membagi sembako, kami juga membagika masker gratis ke keluarga kurang mampu di Desa Munggu dan Desa Nambak, Kecamatan Bungkal.

"Kami ingin meringankan beban keluarga kurang mampu di menjelang puasa Ramadhan di tengah pandemi Covid-19," kata Gufron.

Gufron menjelaskan paket sembako serahkan ke warga kurang mampu di kedua desa itu. Sembako berasal dari iuran ratusan warga PN Gasmi ranting Munggu terkumpul 4 kuintal beras dan dari ranting Nambak terkumpul 1,5 kuintal beras.

"Selebihnya dari uang khas untuk melengkapi isi paket dan masker," tegasnya.

Ketua Ranting PN-Gasmi Munggu, Muhammad Syaifuddin secara terpisah pihaknya mengaku sangat berayukur bisa berbagi kendati tidak banyak jumlahnya. Hari ini Ranting Munggu membagikan sebanyak 135 paket dan 50 masker dan ranting Nambak 25 paket. Setiap paket berisi beras 3,5 kilogram, mie, gula 1/2 kilogram dan minyak.

"Insyallah semua tepat sasaran karena benar -benar memilih warga yang kurang mampu. Tujuan PN-Gasmi selain mampu jaga diri juga amar makruf nahi munkar. Jangan sampai sedekah dalam hidup ditinggalkan," pintahnya.

Sementara salah seorang penerima bantuan, Sutirah menilai sangat berterima kasih atas kedermawanan pendekar berseragam merah dan hitam itu.

"Terima kasih karena sudah setiap tahun menyantuni kami yang miskin," tandas Sutirah yang cacat lumpuh layu ini. Mal/Waw