Pemuda Tewas di Parit Gelang Pelajar Kelas 2 SMP di Wonoayu, Diduga Korban Begal Karena Motor Beat Hilang


Pemuda Tewas di Parit Gelang Pelajar Kelas 2 SMP di Wonoayu, Diduga Korban Begal Karena Motor Beat Hilang DIMAKAMKAN - Jenazah korban dugaan pembunuhan, Andika Reza Rahmadani (14) warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo yang tewas di parit sawah Deaa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (06/03/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penemuan mayat pemuda di parit sawah Dusun Karangploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo akhirnya terungkap. Korban adalah Andika Reza Rahmadani (14) warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Korban masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 SMP di Wonoayu. Korban anak kedua dari tiga bersaudara Abdul Rohman.

"Kami mendapatkan kabar Jumat (05/03/21) sekitar pukul 17.00 WIB dari adik saya Kusnanto warga Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan kalau orang meninggal dunia di Dusun Karangploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan itu anak saya. Saat itu, adik saya telepon ciri-ciri jenazah seperti anak saya," ujar orangtua korban, Abdul Rohman sembari meneteskan air mata, Sabtu (06/03/2021).

Rohman mengaku usai mendapatkan laporan itu, pihak keluarga langsung ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Porong untuk memastikan, mayat itu adalah anaknya. Setelah melihat pakaian dan ciri-ciri korban, keluarga korban meyakin jenazah itu adalah anaknya.

"Seketika kami langsung mengurus surat-surat, untuk pemulangan hingga jenazah diberangkatkan ke rumah duka Sabtu dini hari dan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat," imbuhnya.

Rohman menjelaskan putra keduanya meninggalkan Kamis (04/03/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban pamit hendak ziarah ke makam kakeknya di Desa Sudimoro, Kecamatan Tulangan dengan mengendarai motor Honda Beat bernopol W 3185 WV warna biru putih.

"Pamitnya anak saya itu untuk ziarah ke makam kakeknya saja. Setelah itu, kami tak mengetahuinya," ungkapnya.

Paman korban Kusnanto warga Sudimoro menyebutkan jika setelah berziarah, korban sempat mampir ke rumah neneknya. Setelah istirahat dan disuruh makan, korban sempat disuruh menginap. Akan tetapi korban tidak mau karena mendapat telepon dari temannya sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung berangkat meninggalkan rumah neneknya.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, ada saksi yang tahu kalau korban nongkrong di warung kopi kawasan Karangploso, Desa Gelang bersama teman-temannya," jelasnya.

Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB, korban menelepon kakaknya Tania (20), yang saat itu berada di rumah Desa Lambangan. Dalam percakapan telepon itu, korban bertanya kakaknya, motornya akan dipakai atau tidak?

"Meski tidak dipakai, waktu itu, saya menjawab, iya dipakai. Selang setengah jam, tepat pukul 22.00 WIB saya menelepon adik tapi hand phonenya sudah tidak aktif," papar kakak korban Tania.

Sementara dugaan Andika Reza Rahmadani (14) warga Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo menjadi korban begal dikuatkan hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong. Di tubuh korban terdapat luka di beberapa bagian tubuh yang disebabkan benturan benda keras. Selain itu, keterangan keluarga korban, jika ada beberapa barang korban yang belum ditemukan.

Abdul Rohman ayah korban menyebutkan sampai saat ini, sepeda motor Honda Beat warna biru putih nopol W 3185 WV yang digunakan korban berziarah ke makam kakeknya dan handphone milik korban.

"Motor dan HP anak saya tidak ditemukan di lokasi penemuan jenazah," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Karangploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo digegerkan dengan penemuan mayat di parit sawah, Jumat (05/03/2021). Mayat itu adalah Andika Reza Rahmadani. Mayat pertama kali diketahui Suwarno, warga sekitar yang hendak mengantarkan pupuk ke sawah. Zak/Yan/Waw