Pandemi Covid-19 Tak Mengurangi Rasa Peduli dan Berbagi Siswa SMA Al Muslim


Pandemi Covid-19 Tak Mengurangi Rasa Peduli dan Berbagi Siswa SMA Al Muslim PROYEK SOSIAL - Meski masih masa pandemi Covi-19, siswa dan siswi SMA Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo tetap melaksanakan kegiatan berbagi melalui program Proyek Sosial (Social Project) pemberian buku, Sabtu (06/03/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Masa pandemi Covid-19, tidak mengurangi niat siswa dan siswi SMA Al Muslim untuk tetap berbagi. Para siswa dari sekolah Yayasan Al Muslim yang ada di JL Raya Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini tetap berupaya menebarkan kebaikan dengan berbagi terhadap sesama.

Salah satunya diwujudkan dengan program proyek sosial (social project) yang merupakan salah satu program tahunan yang dilakukan SMA Al Muslim.

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk melatih kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitarnya," ujar Kepala SMA Al Muslim, Mahmuda kepada republikjatim.com, Sabtu (06/03/2021).

Mahmuda menjelaskan jika dahulu kegiatan social projectdilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah desa terpencil dan siswa-siswa diwajibkan tinggal di desa itu selama kurang lebih 4-5 hari. Namun kini, karena kondisi pandemi Covid-19, kegiatan social project ini dilaksanakan secara berkelompok.

"Tempatnya juga berbeda-beda dengan konsep kepedulian yang berbeda-beda pula. Hal itu bergantung keputusan dan target dari kelompok siswa," imbuhnya.

Kelompok 1 Proyek Sosial SMA Al Muslim menginginkan menebarkan kebaikan dengan membuka jendela dunia bagi anak-anak yang berada di pelosok desa yang jarang bertemu dengan fasilitas bacaan. Hal ini didasari kesadaran terkait budaya literasi di Indonesia yang masih rendah.

"Kami menilai sungguh sangat miris. Makanya hati kami semakin tergerak untuk melakukan kegiatan sosial ini yang awalnya kami berniat membuat perpustakaan mini di daerah Jabon, Sidoarjo," ungkap Syasya siswa Kelas XI IPA SMA Al Muslim ini.

Syasya menjelaskan berdasarkan informasi yang didapatkan, daerah itu memiliki satu fasilitas pendidikan formal. Dengan adanya ide itu, siswa SMA Al Muslim memberi nama proyek sosial Pojok Ruang Baca. Namun sayangnya ide ini masih belum terealisasi karena pandemi virus Corona belum selesai.

"Awalnya kami sangat sedih dan kehilangan harapan, tapi menebarkan kebaikan memiliki banyak cara. Akhirnya kami menemukan komunitas Buku Beramal. Komunitas Buku Beramal ini wadah penyaluran buku bagi yang ingin berbagi kepada komunitas yang membutuhkan. Komunitas Buku Beramal memiliki track record 8 komunitas di Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Pasuruan dan Gresik," paparnya.

Karena itu, siswa SMA Al Muslim memutuskan untuk bekerja sama dengan komunitas itu. Yakni mempersiapkan projek ini dengan matang. Yakni mulai konsep kegiatan, waktu pelaksanaan, sasaran kegiatan, sampai strategi penggalangan dananya.

"Konsep kegiatan kami sangat sederhana, tapi pasti bermakna. Yakni untuk memberi sarana belajar bagi komunitas yang memerlukan buku bacaan," jelasnya.

Sementara para siswa SMA Al Muslim mulai membagikan poster donasi di media sosial (Medsos) masing-masing anggota dan akun resmi kelompok secara rutin. Hasilnya poster yang dibagikan di sosial media memberikan antusias para donatur untuk membantu membuka jendela bagi anak-anak yang membutuhkan dengan ikut serta memberikan buku-buku yang masih layak.

"Dalam kurun waktu yang sama, komunitas Buku Beramal mencari sejumlah komunitas yang membutuhkan. Tak disangka kami menerima buku melebihi target yang sudah ditetapkan. Kami mendapatkan 34 kardus buku dari para donatur. Kami serahkan ke komunitas Buku Beramal tanggal 28 Februari 2021. Buku-buku yang terkumpul akan difilter komunitas Buku Beramal tanggal 1 Maret sampai 14 maret 2021. Buku itu disalurkan ke komunitas Cahaya Bunda, Sudut Baca Desa Kendal, Banturead, Rampok Ngaos, Ruang Peduli Kalimantan Barat, KP2L Mubar, Lotim (Lombok), Giat Buku Lampung, Lingkar Muda, Rakyat Muda Balikpapan, Lamongan Mengajar, Sumrise Bojonegoro, Kampung Inspirasi dan Basagita Blitar dalam kurun waktu 15 Maret 2021-27 Maret 2021 mendatang," urainya.

Bagi para siswa SMA Al Muslim, hal itu diluar ekspektasi. Karena awalnya hanya bertujuan membuka jendela dunia bagi anak-anak yang berada di pelosok Indonesia tercapai.

"Kami berharap upaya yang kami berikan dapat meningkatkan budaya literasi di Indonesia. Karena budaya literasi sendiri harus dimulai sejak dini. Dengan adanya budaya literasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan menambah wawasan agar bisa mencetak generasi emas yang dapat memajukan Indonesia," pungkasnya. Hel/Waw