Pandemi Covid-19, Komunitas Miniatur Truk Krian Kampanyekan Kewajiban Pakai Masker


Pandemi Covid-19, Komunitas Miniatur Truk Krian Kampanyekan Kewajiban Pakai Masker MINIATUR - Komunitas Miniatur Truck Community (MTC) Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo mengkampanyekan kewajiban menggunakan masker dan penerapan protokol kesehatan 3M, Sabtu (16/01/2021) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memiliki miniatur kendaraan di rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang. Apalagi, miniatur kendaraan itu dimiliki berdasarkan hobi.

Hal ini seperti dirasakan sekitar 30 anggota Miniatur Truck Comunity (MTC) Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Miniatur yang satu ini, lain dari yang lain. Miniatur kaum millenial Desa Kraton ini dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti lampu LED dan sound system.

Kebanyakan miniatur truk itu hampir sama. Bahkan menyerupai bentuk asli truk pada umumnya. Apalagi, perangkat pengeras suara (sound system) di bagian bak belakang truk juga sama persis layaknya muatan asli.

Komunitas ini, setiap Sabtu malam tidak hanya berkumpul-kumpul dan nongkrong. Mereka (para anggota MTC Kraton) juga mengelilingi jalan desa sambil mengkampanyekan dan mengajak warga agar tetap memakai masker selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Kegiatan ini juga salah satu bagian kampanye kami untuk mengajak warga agar tetap menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan. Kami berharap dengan kampanye ini pandemi Covid-19 segera berakhir dan selesai," ujar salah satu penghobi miniatur truk, Sugeng Sasmito kepada republikjatim.com, Sabtu (16/01/2021) malam.

Sugeng menceritakan jika dalam merakit miniatur truknya perangkat sound system yang ada di bak truk juga dapat berfungsi. Bahkan agar bisa digunakan sembari berjalan, sound system juga dilengkapi ACCU, ampli hingga speaker. Selain itu, aksesoris lampu hias juga ditambahkan agar menyala selaras dengan suara sound system.

"Beberapa contoh miniatur truk ini terinspirasi dari truk asli yang ada di masyarakat. Selama pandemi Covid-19, kegiatan ini bisa menjadi solusi untuk tetap bisa menyalurkan hobi," ungkap pria 36 tahun ini.

Sementara anggota MTC Kraton lainnya, Sutrisno mengaku perangkat miniatur truk plus sound system itu dimodifikasi bersama rekan-rekannya sesama penghobi truk. Karena kesenangannya itu, setiap penghobi rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk bisa modifikasi truk semenarik mungkin.

"Rata-rata minimal menghabiskan Rp 1,8 juta per truk. Hitungan manualnya, semakin bagus modifikasinya pasti semakin mahal. Terutama sound systemnya bisa mencapai Rp 5 juta," tegasnya.

Hingga kini, kata Sutrisno penggemar truk di desanya sudah mencapai 30 orang. Jumlah ini, belum lagi dari luar Desa Kraton, seperti dari Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian yang juga biasa turut gabung.

"Kami optimis komunitas (MTC Kraton) ini, bakal semakin berkembang dan anggotanya pasti bertambah," tandasnya. Mil/Hel/Waw