PAD Restoran Capai Rp 32 Miliar, Akhir 2022 Badan Pelayanan Pajak Sidoarjo Target Pasang 400 Alat Perekam Pajak


PAD Restoran Capai Rp 32 Miliar, Akhir 2022 Badan Pelayanan Pajak Sidoarjo Target Pasang 400 Alat Perekam Pajak CEK - Sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Sidoarjo bersama pejabat BPPD Pemkab Sidoarjo mengecek pemasangan alat perekam pajak di restoran Ramenya di Sun City Mall Sidoarjo, Jumat (20/05/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemkab Sidoarjo menargetkan bakal memasang 400 alat perekam pajak pada ratusan restoran dan rumah makan di Sidoarjo. Target itu, lantaran sejak adanya pemasangan alat perekam pajak yang mencatat pajak real time (sesuai waktu transaksi) mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 32 miliar.

"Saat ini sudah ada 231 alat perekam pajak yang sudah terpasang di ratusan restoran dan rumah makan. Tapi, ada beberapa alat perekam pajak yang sudah terpasang, tetapi masih belum bisa menarik data. Karena data konfigurasinya berbeda," ujar Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak Ahli Muda BPPD Pemkab Sidoarjo, Hermiadi Listiawan saat memantau alat perekam pajak di restoran Ramenya di Sun City Mall bersama sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Sidoarjo, Jumat (20/05/2022).

Lebih jauh, Listiawan memastikan pihak BPPD Pemkab Sidoarjo Tahun 2022 ini, menargetkan bakal memasang 200 alat perekam pajak lagi di restoran, rumah makan dan warung. Pemasangan 200 alat perekam pajak itu, karena di Tahun 2021 kemarin, BPPD Pemkab Sidoarjo juga sudah menargetkan pemasangan 200 lebih alat perekam pajak.

"Hasilnya pemasangan alat perekam pajak tahun kemarin terpasang semua. Makanya, pada akhir Tahun 2022 ini, kami (BPPD) menargetkan pemasangan 400 titik alat perekam pajak. Kami meminta kepada semua Wajib Pajak (WP) untuk kooperatif. Apalagi, pemasangan alat perekam pajak ini regulasi (peraturan)-nya sudah ada," ungkapnya.

Setelah pemasangan 200 lebih alat perekam pajak, kata Listiawan hasilnya saat ini pendapatan (PAD sektor pajak restoran) yang sudah terkumpul melalui alat perekam pajak sudah mencapai Rp 32 miliar. Berdasarkan datanya, hanya dalam hitungan sebulan, satu unit restoran besar bisa menyetorkan pajaknya hingga mencapai Rp 400 juta.

"Sampai akhir Tahun 2022 ini, untuk target pajak restoran sekitar Rp 68 miliar. Dengan alat perekam pajak ini, setiap transaksi langsung terekam secara real time. Kami optimis target itu bisa tercapai. Karena nilai besaran pajaknya terekam secara real time," tegasnya.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto yang mengikuti proses pengecekan alat perekam pajak ini menilai temuan dalam sidak tentang alat perekam pajak itu, khususnya di restoran, rumah makan dan warung berfungsi luar biasa. Baginya, pemasangan alat perekam pajak itu, mampu meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak restoran.

"Dengan pemasangan alat perekam pajak itu, kami optimis PAD dari sektor restoran ini akan terus naik. Karena dengan alat perekam pajak ini nilai pajak dilaporkan secara real time. Kami minta masyarakat juga ikut mengawasi dalam pelaksanaannya di lapangan," tandasnya.

Sementara dalam sidak dan pengecekan alat perekam pajak restoran itu, diikuti para pimpinan DPRD Sidoarjo dan Komisi B DPRD Sidoarjo. Diantaranya, Wakil Ketua II DPRD Sidoarjo Kayan dan Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Emir Firdaus. Selain itu, diikuti Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Sudjalil dan Sekretaris Komisi B Arif Bachtiar serta Kepala BPPD Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono beserta jajaran dan stafnya. Hel/Waw