Pabrik Pengeringan Palawija Diharap Tingkatkan Perekonomian Petani Sidoarjo


Pabrik Pengeringan Palawija Diharap Tingkatkan Perekonomian Petani Sidoarjo TINJAU - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono meninjau pembangunan pabrik pengeringan jagung dan kedelai di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis (07/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono meninjau pembangunan pabrik pengeringan jagung dan kedelai di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Kamis, (07/01/2021). Hudiyono berharap keberadaan pabrik ini mampu meningkatkan harga jagung milik petani.

Rencananya, Pemkab Sidoarjo bakal mendorong berdirinya pabrik palawija. Bahkan perizinan bakal diberikan agar dapat beroperasi. Diperkirakan pabrik ini, mulai Februari bakal beroperasi dengan kapasitas 100 ton per hari.

"Jagung dan kedelai dari petani Sidoarjo dapat ditampung agar mampu meningkatkan perekonomian petani Sidoarjo. Keberadaan pabrik ini akan mampu meningkatkan harga jagung di tingkat Jawa Timur dan nasional," ujarnya.

Hudiyono berharap dengan berdirinya pabrik seperti ini dapat menjadi pertumbuhan ekonomi baru di Sidoarjo. Selain itu, tenaga kerja dapat terserap dengan kapasitas ratusan ton. Pihaknya yakin pabrik seperti ini mampu menampun jagung dan kedelai petani Sidoarjo.

"Tidak menutup kemungkinan jagung dari pabrik ini dapat diekspor ke daerah lain," imbuhnya.

Sementara penanggung jawab pabrik, Herison mengaku pabrik didirikan di atas lahan seluas 2,5 hektar. Pabrik ini akan menampung jagung dari para petani Sidoarjo. Diharapkan berdirinya pabrik ini membantu perekonomian petani di Sidoarjo. Untuk itu dirinya berharap pabrik yang akan dikelola dapat secepatnya beroperasi.

"Mudah-mudahan secepatnya dapat beroperasi. Saya kira bulan ke dua (Februari 2021) beroperasi. Kami berencana berdirinya pabrik pengeringan jagung ini dimulai awal Tahun 2016 lalu. Kami dirikan di wilayah Barat karena dekat dengan pabrik pembuatan pakan ternak. Nantinya jagung yang ditampungnya akan dikirim ke perusahaan itu," tandasnya. Hel/Waw