Ombudsman RI Jatim Apresiasi Kemenkumham Jatim Karena Zero Pengaduan Selama 2021


Ombudsman RI Jatim Apresiasi Kemenkumham Jatim Karena Zero Pengaduan Selama 2021 APRESIASI - Ketua Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin dalam kegiatan Deklarasi Janji Kinerja 2022 di jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim, Selasa (11/01/2022).

Surabaya (republikjatim.com) - Kinerja cemerlang di bidang pelayanan hukum dan HAM berdampak positif terhadap minimnya pengaduan masyarakat soal Kanwil Kemenkumham Jatim dan jajaran. Ombudsman RI Jatim mencatat selama 2021, tidak ada pengaduan soal mal administrasi pelayanan publik yang dilakukan korps pengayoman itu.

Hal ini disampaikan Ketua Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, Agus Muttaqin dalam kegiatan Deklarasi Janji Kinerja 2022 di jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim Selasa (11/01/2022). Agus mengapresiasi capaian yang didapatkan jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim dalam bidang reformasi birokrasi selama 2021.

"Tentunya capaian ini minimal harus dipertahankan atau malah ditingkatkan lagi ke depannya," ujar Agus kepada republikjatim.com, Selasa (11/01/2022).

Menurutnya, momen deklarasi janji kinerja menjadi pengingat kepada seluruh jajaran Kemenkumham Jatim untuk meningkatkan pentingnya integritas. Selain itu, peningkatan pelayanan publik yang lebih prima.

"Kami melihat ada perbaikan mendasar dalam hal pengelolaan pengaduan masyarakat di Kanwil Kemenkumham Jatim," imbuhnya.

Mantan wartawan senior ini menyebutkan pengelolaan pengaduan yang dilakukan Kanwil Kemenkumham Jatim berdampak positif terhadap tidak adanya pengaduan yang masuk ke lembaganya. Salah satu yang menjadi catatannya adalah dibangunnya sistem pengelolaan pengaduan internal yang baik.

"Pengelolaan pengaduan didukung dengan adanya SDM, SOP dan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna agar memberikan kepastian kepada masyarakat yang mengadu," tegasnya.

Agus berharap, jajaran Kemenkumham Jatim meningkatkan sistem pengaduan yang dimilikinya. Salah satunya dengan menerapkan sistem yang terpusat. Selain itu, Agus menekankan pentingnya evaluasi dan tindaklanjut pengaduan.

"Sehingga pengaduan yang sifatnya berulang bisa dipetakan dan menjadi rekomendasi perbaikan sistem pelayanan yang ada," jelasnya.

Sementara Irjen Kemenkumham Razilu menyebut minimnya pengaduan juga harus dibarengi dengan peningkatan integritas SDM aparatur. Berdasarkan catatan pihaknya, masih ada pelanggaran yang dilakukan pegawai. Meski trennya menunjukkan tren yang menurun.

"Tahun ini harus bisa dibuat nol penyimpangan dan nol hukuman disiplin," paparnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto menjelaskan pada Tahun 2021 lalu, sebanyak sepuluh satker jajarannya berhasil meraih predikat WBK (8) dan WBBM (2).

"Kanwil Jatim menjadi satu-satunya Kantor Wilayah Kemenkumham di Indonesia yang meraih predikat WBBM," urainya.

Capaian ini, jika diakumulasi, maka ada enam satker yang dinyatakan meraih predikat WBBM. Dan 14 satker berhasil meraih predikat WBK. Atau sepertiga dari jumlah satker yang ada.

"Tahun lalu, kami menyumbang hampir 20 persen dari perolehan Kemenkumham secara nasional," paparnya.

Meski begitu, Wisnu enggan jumawa. Menurutnya, prestasi yang diraih adalah hasil kerja keras bersama seluruh tim. Baik yang ada di kantor wilayah, jajaran maupun masyarakat pengguna layanan.

"Karena itu, saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran, atas perjuangannya menjaga komitmen hingga saat ini. Kami mengingatkan kepada jajarannya agar jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Karena sangat penting untuk menjaga dan selalu tingkatkan performa tim," tandasnya. Hel/Waw