Milenial Pecinta Lingkungan Hidup Sidoarjo Siap Dukung BHS - Taufiq


Milenial Pecinta Lingkungan Hidup Sidoarjo Siap Dukung BHS - Taufiq DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan puluhan milenial pemerhati lingkungan di Cafe Cangkruk Kahuripan Nirvana Village (KNV) Sidoarjo, Senin (30/11/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan milenial yang tergabung dalam sejumlah komunitas pecinta dan pelestari lingkungan Sidoarjo bertemu dan berdialog dengan Pasangan Calon (Paslon) Nomor urut 1 dalam Pilkada Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq). Dalam pertemuan yang diwakili Cabup Sidoarjo, BHS itu puluhan milenial pecinta lingkungan itu sangat antusias dengan program-program penyelematan lingkungan yang disampaikan politisi peraih Penghargaan Anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 itu.

Bahkan, mereka siap mendukung dan memenangkan Paslon BHS - Taufiq yang diusung lima partai politik dengan 18 kursi di DPRD Sidoarjo ini.

"Hampir semua Paslon di Sidoarjo memiliki visi dan misi soal lingkungan. Tapi, Pak BHS lebih dahulu memiliki gagasan soal menjaga kelestarian lingkungan di Sidparjo dalam visi dan misi terakhirnya. Karena itu, hari ini kami para pecinta lingkungan bertemu Pak BHS," ujar Ketua Pshico Nature Indonesia, Septa Resistor kepada republikjatim.com, Senin (30/11/2020).

Usai berdiskusi, kata Setpa dirinya bersama para anggota komunitas pecinta lingkungan dari berbagai kecamatan di Sidoarjo bakal mengantongi dan mengikat janji Paslon itu. Bahkan juga hasilnya bakal didiskusikan dengan seluruh milenial penggerak lingkungan hidup di Sidoarjo.

"Karena kami mau menjembatani antara pemerintah dan masyarakat yang selama ini lingkungan hidup di Sidoarjo sangat minim perhatian dari pemerintah. Siapa pun yang jadi kami siap menjembatani warga agar menjaga lingkungan bersama Pemkab Sidoarjo," pintahnya.

Sementara Cabup Sidoarjo, BHS menjelaskan jika para milenial Sidoarjo yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan meminta pihaknya memerhatikan masalah lingkungan hidup saat memimpin Sidoarjo. Salah satunya dengan tidak mendukung bencana alam Lumpur Sidoarjo dijadikan Taman Wisata Geopark.

"Saya juga tak menginginkan lumpur jadi taman wisata. Karena masih ada aktivitas bencananya. Bahkan pemerintah wajib menyiapkan standarisasi pengamanan bencana dengan Basarnas dan BNPB termasuk menyiapkan Early Warning System (EWS) sebagai evakuasi plan. Sekaligus disiapkan mitigasi bencananya. Tapi kita tak perlu khawatir karena lumpur itu sudah berlangsung lama. Bahkan EWS akan disiapkan di setiap kecamatan sebagai antisipasi dalam 100 hari kerja BHS - Taufiq," tegas BHS yang juga mantan anggota DPR RI 2014 -2019 ini.

Selain itu, kata BHS pihaknya juga mendapatkan keluhan soal penumpukan sampah yang menggunung di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah di wilayah Porong. BHS mengaku pihaknya sangat konsen dan berkomitmen untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di Sidoarjo, sejak sebelum menjadi Cabup Sidoarjo.

"Saya menginginkan sampah dijadikan peluang bukan sebagai masalah. Kami akan siapkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan bersamaan mesin pencacah sampahnya. Targetnya, 240 ton sampah setiap hari bisa di Sidoarjo bisa diturunkan menjadi 30 persen agar tak ada penumpukan sampah di TPA Tlocor, Jabon," jelas alumnus ITS Surabaya ini.

Sementara itu, BHS juga berpesan kepada para generasi milenial pecinta lingkungan untuk menjaga batas kelautan Sidoarjo. Hal ini, lantaran di sana banyak ditanami mangrove. Apalagi, tanaman mangrove ini sangat membantu dalam menjaga lingkungan agar tetap sehat dan asri terutama dalam menjaga kesegaran udara.

"Tanaman mangrove bisa memberi kontribusi oksigen 5 kali lipat dati hutan biasa. Ini harus dijaga komunitas. Karena masalah lingkungan berkaitan erat dengan udara, darat dan air (laut). Termasuk soal ambang batas udara cukup tinggi. Jangan sampai dibiarkan udara tercemar karena menyangkut hajat hidup generasi yang akan datang agar tetap hidup sehat dan terhindar dari penyakit batuk-batuk maupun kanker hanya karena pencemaran udara dari industri," tandas pengusaha transportasi sukses ini. Hel/Waw