Memperkuat Sistem Belanja Online Makanan Khas Daerah


Memperkuat Sistem Belanja Online Makanan Khas Daerah Gudeg Kemasan Kaleng

Oleh Suhendra Mulia Pranata (Humas Madya LIPI)

Bandung (republikjatim.com) - Masyarakat Indonesia saat ini berharap kembali ke masa indah di masa lalu. Masyarakat beraktivitas seperti karyawan masuk kantor, pegawai membuka toko, orang berobat ke rumah sakit, warga berbelanja ke pasar, petani berangkat ke sawah, pedagang berdagang dan sebagainya. Kini, semua itu merupakan kenangan saat sebelum munculnya pandemi Covid-19.

Sebelum pandemi dalam beraktivitas tidak khawatir dengan virus di sekeliling dalam melakukan kegiatan. Namun pandemi membuat keadaan berubah drastis. Semua dituntut untuk mengikuti pola hidup baru dan dapat menerima keadaan. Indonesia memiliki banyak ragam budaya dan tradisi dari suku bangsa atau adat istiadat. Keberagaman itu menjadi ciri khas setiap wilayah yang ada di bumi nusantara.

Untuk kuliner secara umum hampir seluruh masakan Indonesia memiliki ke-khas-an di seluruh daerah. Makanan khas daerah tentu menjadi daya tarik tersendiri. Berbicara soal makanan, rupanya beberapa makanan Indonesia memiliki keunikan, berikut ini deretan makanan tradisional Indonesia seperti rendang, rujak cingur, coto makasar, gudeg yogya, pindang patin, soto betawi dan lain-lain.

Pandangan terkait dengan budaya belanja online di Indonesia munculnya yang dipelopori Bhinneka.com yang berdiri sejak 1993, dengan menjual komputer, laptop, gadget dan aksesori nya. Bhinneka tahun 1996 tak sendirian, kehadirannya berdampingan dengan hadirnya toko buku online pertama di Indonesia, sanur.com. Namun, sekarang toko buku online itu sudah tidak aktif. Umurnya tak bertahan lama, penutupan sanur.com bukan tanpa sebab. Akhir tahun 1997 Indonesia diguncang krisis moneter.

Krisis ekonomi berlangsung ± 1,5 tahun itu banyak membuat segala lini usaha bangkrut. Saat ini situasinya hampir sama dimana pandemi covid-19 banyak perusahaan yang mengalami krisis dan kebangkrutan. Di sisi lain usaha kecil dan menengah mampu bertahan dengan strategi menghasilkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan sumber daya lokal serta mengikuti perkembangan zaman termasuk saat ini di era digital yang mengharuskan penggunaan teknologi. Memanfaatkan teknologi digital, UKM memiliki kesempatan sama dengan pelaku usaha besar dalam promosi dan menjual produk.

Makanan Khas Daerah Dalam Peluang Usaha

Masyarakat Indonesia sebelum pandemi Covid-19 dengan keadaan kehidupan yang normal menjalankan aktivitas perekonomian secara tatap muka langsung dan secara online. Sebagian besar masyarakat dengan mudah kemana-mana untuk mencari sesuatu yang dicari, mengunjungi tempat kuliner nusantara, mall, tempat wisata dan sebagainya. Belanja online sebagian masyarakat Indonesia pernah melakukan, adapun beberapa situs belanja online sebelum pandemi diantaranya bukalapak, lazada, shopee, dan bahkan pemesanan melalui jasa ojek online.

Saat pandemi banyak kuliner, toko-toko dan jasa online membuka layanan online dengan melakukan layanan antar. Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan terjadi peningkatan sebesar 42 persen dalam aktivitas belanja online selama pandemi Covid-19, termasuk saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Keinginan dalam belanja online masyarakat melihat beberapa aspek. diantaranya tingkat kenyamanan, adanya privasi, lebih bervariasi, lebih hemat waktu dan biaya, lebih murah harganya dan adanya diskon.

Pemberlakuan social distancing dan penerapan aktivitas bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH) yang dilakukan sejumlah perusahaan ikut berdampak pada tren minat belanja online orang Indonesia. Ada beberapa yang menarik seputar peningkatan minat produk orang Indonesia pada saat pandemi COVID-19. Seperti pada produk kesehatan, produk pendukung kerja secara online, produk olah raga, makanan dan minuman siap saji dan lain-lain.

Adanya peningkatan masyarakat yang menggunakan jasa belanja melalui online ini menjadi peluang bagi usaha kecil menengah. Interaksi tatap muka masyarakat semakin sedikit. Internet saat ini bukan hanya sebagai media informasi dan komunikasi, tapi mampu menambah pendapatan seseorang dalam perekonomian. Selain menambah pendapatan seseorang, internet mampu memenuhi keinginan masyarakat dalam berbelanja secara praktis yaitu dengan adanya belanja online. Belanja menjadi suatu kebutuhan bagi setiap manusia, tingginya tingkat belanja pada masyarakat, maka terciptalah sebuah inovasi baru dalam berbelanja secara online.

Kemunculan belanja online saat ini selain merupakan inovasi baru dalam aktivitas belanja, juga dapat memberi perubahan gaya hidup masyarakat. Perubahan gaya hidup yang ditimbulkan belanja online adalah sifat konsumtif masyarakat. Peluang usaha atau bisnis makanan atau kuliner merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati. Karena makan dan minum menjadi kebutuhan pokok sehari-hari manusia. Jadi kebutuhan makan dan minum akan selalu dicari masyarakat Indonesia. Ini menjadi prospek yang bagus untuk usaha atau bisnis.

Dalam usaha atau bisnis harus bisa menganalisa prospek yang akan dihadapi. Misalnya usaha inovasi makanan kaleng tradisional, terkait dengan peluang masyarakat/UKM harus menganalisa segmen pasar siapa orang yang menjadi targetnya, baik dari segi umur, sosial maupun kemampuan ekonominya. Saat ini peluang kuliner-kuliner nusantara dapat dikembangkan secara modern dan higienis.

Kenapa kuliner tradisonal, karena makanan tradisional sudah menjadi menu sehari-hari dan cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Kuliner nusantara harus diangkat ke kancah internasional agar semakin lebih dikenal dan mendunia.

Makanan Khas Dikemas Cantik Dijual Online

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberi kontribusi kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan diseminasi, bimbingan teknis (pelatihan) dan pendampingan teknologi. LIPI yang memiliki Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (UPT BPTBA) yang berada di Yogyakarta, telah melakukan kegiatan diseminasi, bimbingan teknis bagi masyarakat Yogyakarta. Bahkan LIPI melakukan pendampingan teknologi.

Pemanfaatan teknologi dan hasil penelitian masyarakat itu sangat membantu dalam meningkatkan usaha (bisnis). LIPI memiliki Unit Pelaksana Teknis yang bergerak dalam penelitian olahan pangan. UPT BPTBA memiliki peneliti di bidang Teknik Pangan yang bernama Asep Nurhikmat. Asep merupakan peneliti yang selama ini memberikan pendampingan teknologi kepada UKM yaitu pengemasan makanan tradisional dengan pengalengan tanpa menggunakan pengawet. Asep berkeinginan makanan tradisional menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan disukai generasi milenial serta mancanegara.

Asep adalah alumnus S-3 dari Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dengan spesialisasi keilmuwan di bidang Teknik Pertanian. Asep sudah berkeliling di beberapa provinsi yang ada di Indonesia untuk memberikan bimbingan teknis dan mendukung pengembangan makanan tradisional. Asep berpendapat bangsa Indonesia sangat kaya dengan makanan tradisional.

Untuk itu perlu adanya pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan produk lokal dengan kemasan modern. Masyarakat mungkin sudah mengenal makanan tradisional dari Yogyakarta berupa gudeg. Masyarakat sudah mengenal nama Bu Tjitro yang sudah tidak asing lagi di kalangan para penggemar gudeg. Nasi hangat yang disajikan dengan gudeg kering, buntil daun papaya, sambal goreng krecek, tempe dan opor ayam atau telur adalah salah satu sajian khas Kota Yogyakarta yang wajib dinikmati ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Gudeg Bu Tjitro sejak tahun 2009 diversifikasi produk mengikuti tuntutan zaman, dengan menawarkan inovasi gudeg kalengan. Inovasi ini bekerjasama dengan UPT BPTBA yang di dampingi Asep Nurhikmat. Produk-produk kerjasama dan mendapatkan pendampingan yaitu sayur lombok ijo, tempe kari, tepung BMC tempe, pathilo, teh ling zhie, cranliding dan mangut lele.

Untuk gudeg Bu Tjitro awal pengemasan baru sebatas 300 kaleng per tahun dan setiap tahun selalu meningkat. Di tahun 2016 sudah mencapai 3.001 kaleng. LIPI menawarkan pengemasan makanan tradisional dengan teknologi pengalengan karena tanpa menambahkan bahan pengawet dengan sterilisasi komersial. Yaitu sterilisasi pada suhu 121 derajat, minimal 3 menit dimana bakteri patogen (penyebab penyakit) sudah hancur tetapi penurunan kadar gizi yang minimal akibat efek panas.

Makanan juga tanpa ditambahkan MSG (bumbu) penyedap dari kimia serta memilki daya simpan mencapai satu tahun lebih. Pengawetan dalam bentuk pengalengan merupakan upaya untuk memperpanjang daya simpan bahan makanan sehingga tidak banyak mengalami perubahan, baik rasa, warna, tekstur penampakan maupun zat gizi. Serta dapat meningkatkan nilai tambah secara ekonomi.

Hal lain yang diproduksi makanan praktis yang mudah diolah dan dapat disimpan lama. Karena di era pandemi saat ini banyak masyarakat yang ingin praktis dan stok pangan di rumah. UKM yang mengalami peningkatan omset sudah harus mengikuti perkembangan era digital dengan Go Online dalam artian produk-produknya dapat dipesan secara online, agar lebih bisa bersaing dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen saat ini. (tim/red)