LIRA Sidoarjo Menduga Pembangunan Tower Seluler di Kedungbocok Tarik Belum Mengantongi Perizinan


LIRA Sidoarjo Menduga Pembangunan Tower Seluler di Kedungbocok Tarik Belum Mengantongi Perizinan SIDAK - Bupati LIRA, M Nizar bersama warga sekitar dan petugas Polsek Tarik saat mengecek lokasi pembangunan tower seluler yang ada di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jumat (30/04/2021) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pembangunan tower seluler salah satu provider yang ada di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Sidoarjo akhirnya berbuntut panjang. Bahkan Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sidoarjo, M Nizar menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke bangunan tower yang diduga belum berizin itu.

Sidak di lingkungan wilayah RW 05 Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik ini untuk menelusuri proyek pembangunan tower yang dikeluhkan warga itu. Apalagi, warga terdampak yang ada lingkungan sekitar tak diajak bicara alias diabaikan. Meski sudah menghasilkan keputusan sosialisasi dalam pembangunan tower ini.

"Kami bersama warga ingin melihat secara langsung bentuk bangunan tower ini, termasuk ketinggiannya. Apalagi, informasinya warga yang bersebelahan dengan tower dan terdampak langsung malah tidak diajak sosialisasi. Justru warga yang rumahnya jauh dari tower malah diajak sosialisasi," ujar Bupati LIRA Sidoarjo, M Nizar kepada republikjatim.com, Jumat (30/04/2021) sore.

Bagi Nizar yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo ini menilai ketika bangunan tower sudah berdiri, seharusnya pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok mengawasinya. Jika belum berizin, seharusnya tidak berdiri bangunan seperti sekarang yang sudah hampir selesai itu.

"Kalau dibiarkan seperti ini sama juga mengganggu lingkungan warga sekitar. Meski Pemdes Kedungbocok berdalih sudah ada izin (rekomendasi) dari pihak Kecamatan Tarik. Karena yang menjamin dan menentukan itu Dinas Perizinan atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpaduk Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Sidoarjo bukan kecamatan. Kalau izinnya ada, otomatis warga tidak bergejolak dan tidak menolak atas pembangunan tower ini," imbuhnya.

Menurut Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo ini, bakal menelusuri izin pembangunan tower itu. Namun jika hasilnya tak berizin maka pembangunan tower harus segera dihentikan. Apalagi, bangunannya cukup tinggi mencapai 50 meter dan berdekatan dengan tiang listrik Sutet.

"Bangunan tower ini spesifikasi bangunannya harus dibedah total agar semua yang terdampak bisa tahu. Apalagi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya juga belum ada," tegasnya.

Sementara Koodinator Lapangan Masyarakat Peduli Lingkungan, Jauhar Mukhlas mengaku berterima kasih atas perhatian Bupati LIRA Sidoarjo, M Nizar beserta rombongan yang mau menampung keluhan warga terdampak tower seluler ini. Saat ini, pihaknya menunggu sikap dan tindakan pemerintah desa dalam menyikapi keluhan warga ini.

"Semoga apa disampaikan (usulkan) bisa segera terealisasi agar ada kejelasan bagi warga terdampak. Minimal keresahan warga berkurang," pungkasnya. Zak/Hel/Waw