Kolaborasi UWKS dan Kemenkominfo Berkomitmen Ciptakan The Next Startup Founder


Kolaborasi UWKS dan Kemenkominfo Berkomitmen Ciptakan The Next Startup Founder DARING - Kemenkominfo berkolaborasi dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Start Up Digital sebagai rangkaian pembuka program Kemenkominfo untuk menjadikan mahasiswa sebagai The Next Startup Founder.

Surabaya (republikjatim.com) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI berkolaborasi dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Start Up Digital. Kegiatan ini sebagai rangkaian pembuka program Kemenkominfo menjadikan mahasiswa sebagai The Next Startup Founder.

Dalam acara itu membahas seluk beluk mengenai Start Up dan cara memulainya. Kegiatan ini bentuk komitmen UWKS dalam mendedikasikan diri sebagai institusi perguruan tinggi di Surabaya yang turut serta dalam mendukung dan menciptakan ekosistem startup baik di Surabaya maupun di Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan secara daring dan dihadiri para dosen dan mahasiswa. Startup merupakan organisasi yang menghasilkan layanan baru untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Selain itu, startup dianggap sebagai organisasi bisnis yg sedang mencari model bisnis, tentunya bukan hal yang mudah.

Namun juga peluang baru dalam menjawab perkembangan situasi ekonomi yang saat ini mengalami masa pandemi Covid-19. Startup sebagai perusahaan yang dirancang untuk berkembang cepat dalam mengejar dan mengikuti pertumbuhan.

Salah seorang narasumber acara ini Manajer Inkubator Bisnis RUBIK (Ruang Bisnis dan Kewirausahaan) UWKS, Ricky Angga Ariska mengatakan startup memiliki karakteristik yang berbeda dengan model bisnis lainnya. Karena startup lebih cenderung pada bisnis yang usianya masih muda, inovatif, memiliki tim yang ramping dan solid dan struktur organisasi multitasking.

"Selain itu, menggunakan teknologi serta lebih mudah beradaptasi pada kondisi lingkungan bisnis yang saat ini berlangsung dan berkembang," ujar Ricky Angga Ariska kepada republikjatim.com, Minggu (12/09/2021).

Sedangkan narasumber lainnya, Co-founder Riliv, Audrey Maximillian Herli menilai Startup menyediakan aplikasi meditasi dan memberi materi saol team management Startup.

"Kalau ingin memulai Startup maka mulailah dengan visi menyelesaikan problem besar (start it with vision to solve the big problem)," tegasnya.

Sementara kegiatan ini mendapat dukungan penuh Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Prof Dr H Widodo Ario Kentjono dr Sp THT-Kl (K), FICS. Menurut Rektor UWKS, kampusnya mampu memberikan bimbingan dan dukungan penuh bagi mahasiswa dalam mewujudkan organisasi bisnis berbasis Startup.

"Apalagi dengan adanya inkubator bisnis RUBIK UWKS. Hal itu, diharapkan dapat menjadi jembatan mahasiswa untuk membuat startup," tandasnya. Hel/Waw