Kasus Dugaan Gratifikasi di Sidoarjo, Penyidik KPK Periksa Anggota DPRD Propinsi Jatim hingga Para Kepala Dinas


Kasus Dugaan Gratifikasi di Sidoarjo, Penyidik KPK Periksa Anggota DPRD Propinsi Jatim hingga Para Kepala Dinas DIPERIKSA - Anggota DPRD Propinsi Jatim, Achmad Amir Aslichin usai diperiksa tim penyidik KPK di Polresta Sidoarjo, Jumat (18/03/2022) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo masih terus didalami tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memeriksa para saksi. Diantaranya, anggota DPRD Sidoarjo hingga para pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang masih aktif dan definitif.

Para saksi kasus dugaan gratifikasi itu, diperiksa tim penyidik KPK di Polresta Sidoarjo, Jumat (18/03/2022). Para pejabat yang diperiksa itu, diantaranya Ainun Amalia yang menjabat Kepala Dinas P3AKB, Noer Rachmawati yang menjabat staf ahli dan sebelumnya menjabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan M Bachruni Aryawan yang menjabat Kepala Dinas Perikanan.

Selain itu, juga ada politisi partai PKB yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jatim, Achmad Amir Aslichin yang akrab disapa Mas Iin. Berdasarkan pantauan di lapangan, mulai pukul 14.30 WIB, para saksi yang diperiksa mulai keluar ruang pemeriksaan di Polresta Sidoarjo.

Bahkan mereka juga keluar dari lobi utama Polresta Sidoarjo. Saat ditanya para saksi usai diperiksa di Polresta Sidoarjo itu, Ainun Amalia yang juga mantan Camat Prambon terlihat tenang. Ainun menjelaskan pemeriksaan terhadap dirinya tidak ada hubungannya dengan kasus suap apa pun di lingkungan Pemkab Sidoarjo.

"Saya hanya ditanya penyidik soal hubungan keluarga saja. Memang saya diperiksa penyidik KPK sejak pukul 09.00 WIB tadi," ujar Ainun Amalia sambil meninggalkan lobi Polresta Sidoarjo.

Sedangkan Noer Rachmawati yang akrab dipanggil Ima itu menolak memberikan keterangan kepada para awak (kru) media. Ima yang juga ahli keuangan Pemkab Sidoarjo ini mala nyelonong pergi masuk ke toilet di belakang lift utama Polresta Sidoarjo.

Selain itu, Ima yang ditunggu hingga keluar dari toilet, Ima hadir mengenakan setelan baju batik warna hijau ternyata berganti pakaian dan pergi melalui pintu belakang meninggal Polresta Sidoarjo.

Sementara anggota DPRD Propinsi Jatim, Achmad Amir Aslichin yang akrab disapa Mas Iin keluar lobi di urutan ketiga setelah Noer Rachmawati. Anggota Fraksi PKB DPRD Propinsi Jatim ini mengaku diperiksa sejak pukul 14.30 WIB.

"Kalau soal detail pertanyaannya, silahkan sampean (anda) tanya saja ke penyidik (KPK). Karena saya hanya ditanyai 2 apa 3 pertanyaan gitu saja sudah selesai," tandasnya singkat sambil meninggalkan kru media yang menyanggong pemeriksaan itu.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo, Kamis (17/03/2022). Hal itu terbukti dengan tim penyidik KPK terus menggali keterangan para saksi dalam kasus dugaan gratifikasi itu.

Sejumlah saksi yang merupakan pejabat Pemkab Sidoarjo diagendakan diperiksa soal dugaan pengusutan gratifikasi itu. Para saksi yang diperiksa hari ini itu diantaranya mantan Sekda Kabupaten Sidoarjo (Ahmad Zaini), mantan Kepala DPMPTSP (Ari Suryono), mantan Kepala Dinas Perpustakan (Medi Yulianto), Sekdis Koperasi (A Hadi Yusuf), Direktur RSUD Sidoarjo (Atok Irawan), Wadir RSUD Sidoarjo (Ratna Kustini), mantan pejabat Pemkab Sidoarjo (Judi Tetrahastoto) serta mantan Kabag PBJ (Sanadjihitu Sangadji).

Sedangkan besok, Jumat (18/03/2022) rencananya bakal memeriksa tiga Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sidoarjo. Zak/Hel/Waw