Kampas Kopling Aus, Truk Bata Ringan PT Bricon Mojosari Terperosok di Sungai PG Krembung


Kampas Kopling Aus, Truk Bata Ringan PT Bricon Mojosari Terperosok di Sungai PG Krembung TERPEROSOK - Sejumlah warga membantu mengamankan dan mengevakuasi bata ringan yang truknya terperosok di Sungai PG Krembung bersama petugas kepolisian, Kamis (13/01/2022) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Rencana Mahmud Efendi warga Desa Karangbong, Kecamatan Penjarakan, Kabupaten Probolinggo berangkat kirim bata ringan ke Bangkalan, Madura pupus. Kendaraan truk yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di JL Raya Mojosari - Krembung, Kamis (13/01/2022) malam.

Pria 27 tahun ini menjelaskan muatan bata ringan diambil dari perusahaan PT Bricon yang berada di Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Saat selesai muat, dia keluar dari pabrik bata ringan itu untuk kirim ke Bangkalan.

"Saat muat dan berjalan maju mundur (atret) sudah terasa kampas koplingnya pas tak injak kadang bisa kadang tidak bisa. Terus kami paksa saja melanjutkan perjalanan karena posisi sudah muatan. Kami terpaksa melajukan kendaraan yang koplingnya kadang bisa dan kadang tidak (jarang) lama-lama gembos sendiri koplingnya itu," ujar Mahmud Efendi kepada republikjatim.com, Kamis (13/01/2022) malam.

Di tengah perjalanan, lanjut Efendi saat melintas di atas jembatan Pabrik Gula (PG) Krembung truknya terperosok ke kiri itu. Dirinya merasa kaget, karena ada truk tronton yang lewat dari arah berlawanan.

"Mau saya banting setir ke kanan saya mikir dua kali. Akhirnya saya banting ke kiri jalan sehingga terperosok di sungai. Ditambah kampas koplingnya tidak bisa kembali (gembos) akhirnya saya terperosok ke sungai," ungkapnya.

Beruntung, Mahmud, tidak mengalami luka-luka saat terperosok ke sungai. Sedangkan, kondisi truk tidak sampai terguling.

"Truknya miring saja, masih nyantol di jembatan," paparnya.

Mengetahui kejadian ini, warga sekitar dan pengguna jalan berbondong-bondong mengevakusi truk. Setelah itu, korban mengambil bata ringan dibantu warga sekitar yang berada di tenga sungai itu. Selain itu, Mahmud menyebutkan bata ringan ini ambil di perusahaan PT Bricon Mojosari dengan muatan 8 Ton bata ringan, total beban 10 ton dengan mobilnya.

"Kerugian bata ringan ini dibebankan ke saya. Kalau dari pabrik total harga Rp 7 juta, namanya resiko. Beruntung warga ada yang mau beli bata ringan ini. Saat saya buka harga Rp 5 juta. Jadi tidak apa-apa saya rugi Rp 2 juta," keluhnya.

Sementara anggota Unit Lantas Polsek Porong, Bripka Eko Riyadi mengaku truk bata ringan ini terperosok di sungai PG Krembung. Diduga pengemudi truk kurang konsentrasi dan berhati-hati dalam melajukan kendaraannya. Apalagi pengakuan sopir (Mahmud) koplingnya kadang bisa kadang tidak bisa (gembos).

"Saat ini kasus laka lantas ditangani Polsek Porong dan tidak dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polresta Sidoarjo dan diselesaikan secara kekeluargaan," tandasnya. Zak/Waw