Jamaah Dzikir Ad Dhiro Kemangsen Dikukuhkan Gus Sabuth Tokoh Sentral Jantiko Mantab Dzikrul Ghofilin Kediri


Jamaah Dzikir Ad Dhiro Kemangsen Dikukuhkan Gus Sabuth Tokoh Sentral Jantiko Mantab Dzikrul Ghofilin Kediri DZIKRUL GHOFILIN - Pengasuh Jamaah Ad' Dhiro', Gus Nurul Huda bersama Gus Sabuth serta jamaah memberi ceramah dan doa di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo Senin (25/01/2021) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Majlis Dzikir Dzikrul Ghofilin Ad' Dhiro' (Landung Panemu) mengukuhkan jamaahnya. Acara langsung dipimpin KH Agus Sabuth Pranoto Projo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Sabuth.

Selama ini Gus Sabuth, dikenal sebagai tokoh sentral Majlis semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin yang sekaligus putra KH Khamim Tohari Djazuli pendiri mursyid tunggal semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab Dzikrul Ghofilin Ponpes Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Acara itu, digelar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan bertempat di halaman Pengasuh Majlis Dzikir Ad' Dhiro' Gus Nurul Huda Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Senin (25/01/2021) malam.

Menurut tokoh sentral Majlis Semaan Al-Qur'an Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin, Gus Sabuth mengatakan di tengah hiruk pikuk kehidupan ini pasti ada sedih dan senang. Bahkan keluarga, anak, ekonomi, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya. Ditambah lagi hidup di zaman saat Allah SWT menunjukkan kemarahannya.

"Sekarang banyak bencana dan banyak musibah. Yang paling fenomenal, Allah SWT damel lakon (membuat) penyakit wabah serentak sedunia Covid-19," ujarnya, Senin (25/01/2021) malam.

Pengasuh Dzikir Ad' Dhiro' Gus Nurul Huda menjelaskan saat ini ada jamaah Dzikrul Ghofilin dalam rangka pengukuhan Majlis Dzikir Ad' Dhiro' yang merupakan anak dari Jamiyah Dzikrul Ghofilin. Pengakuan Gus Nurul Huda pengukuhan Jamaah Ad' Dhiro' ini tidak ada tingkatan baik RT, RW maupun Desa. Bahkan tingkat kecamatan yang ada itu namanya nasab ilmu dan pengukuhan langsung dari guru ke murid.

"Kegiatan ini dihadiri jamaah Dzikrul Ghofilin hanya daerah sekitar. Kegiatan dimulai Semaan Al Quran diikuti sekitar 15 orang tahfidz. Setelah itu do'a tartil. Kemudian, ada Banjari dari jamaah Ad' Dhiro' sendiri dan acara inti Dzikrul Ghofilin," ungkapnya.

Gus Nurul Huda pesan dan kesan saat Gus Sabuth memberi wejangan hanya bisa dilakukan dari seorang aktor dengan pecintanya. Menurutnya, tidak ada pesan dan kesan.

"Yang ada hanya Sami'na Waa Atho'na," tandasnya.

Dalam acara Dzikir Ad' Dhiro' ini dihadiri ustadz Mas Hud, Ustadz Moh Sueb dan Abdul Rouf Kades Terpilih Kamangsen. Zak/Hel/Waw