Ibu Pembuang Bayi Asal Sooko Mojokerto Divonis Alami Gangguan Jiwa, Terbebas dari Jeratan Hukum


Ibu Pembuang Bayi Asal Sooko Mojokerto Divonis Alami Gangguan Jiwa, Terbebas dari Jeratan Hukum BUKTI - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dan Kapolsek Balongbendo menunjukkan barang bukti kasus pembuangan bayi cantik berusia 2 Minggu di Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Kamis (11/11/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus pembuangan bayi mungil cantik yang ditemukan di depan pintu rumah Sumiati, warga Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (09/11/2021) kemarin, akhirnya terkuak. Pembuang bayi cantik berusia dua minggu itu adalah ibu kandungnya sendiri.

Awalnya, Sumiati Ningsih terkejut ada tangisan bayi di depan rumahnya. Saat dilihat ada bayi tergeletak tepat di depan pintu atau teras rumahnya memakai baju dan ada gendongan warna merah muda. Kemudian saksi melaporkan penemuan bayi perempuan itu ke tetangga dan dilanjutkan ke perangkat desa dan Polsek Balongbendo.

"Pelaku pembuang bayi itu ibu kandung sendiri, yakni TSA (Tyas Sandi Anggraini) warga asal Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro kepada republikjatim.com, Kamis (11/11/2021) sore.

Mantan Wakapolresta Banyuwangi ini menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu kandung bayi ini saat kejadian hendak ke rumah orang tuanya di kawasan Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Namun di tengah perjalanan, perempuan 28 tahun itu mengaku mendapatkan bisikan gaib dari seorang kakek untuk menaruh bayinya ke arah timur dari tempat tinggalnya.

"Ketika sampai di wilayah Balongbendo, pelaku meninggalkan bayinya di rumah Bu Sumiati, Desa Jabaran, Balongbendo itu hingga ditemukan warga itu," imbuhnya.

Kusumo menceritakan terungkapnya pelaku pembuang bayi ini, dari ayah kandungnya, Samsul Huda yang mendatangi Polsek Balongbendo. Hal itu seusai dirinya mengetahui ada penemuan bayi perempuan.

"Sementara yang bersangkutan saat kejadian, usai mandi bingung mencari istri dan putrinya tidak ada di dalam rumah," tegasnya.

Setelah melapor ke polisi, kemudian sang ayah bayi malang itu bersama polisi mencari keberadaan Tyas Sandi Anggraini. Kemudian Selasa (09/11/2021) malam, akhirnya sang ibu bayi itu ditemukan di Pos Polisi Terminal Mojokerto dalam kondisi linglung dan kebingungan mencari bayinya.

"Ternyata ibu bayi ini, berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan psikolog mengalami gangguan kejiwaan. Pelaku sering mengurung diri, berhalusinasi dan enggan bersosialisasi ke warga sekitarnya," ungkap Kusumo.

Kendati demikian, kata Kusumo karena berdasar hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku yang dilakukan pada 10 November 2021 mengalami gangguan kejiwaan, maka pelaku tidak dapat dikenakan ancaman hukuman.

"Karena gangguan kejiwaan itu, maka pelakunya tidak bisa dijerat hukum," tandasnya. Zak/Waw