Ibu Muda di Ponorogo Diduga Tewas Usai Tenggak Racun Tikus di Rumahnya


Ibu Muda di Ponorogo Diduga Tewas Usai Tenggak Racun Tikus di Rumahnya OLAH TKP - Sejumlah petugas Inafis Polres Ponorogo dan Polsek Bungkal menggekar olah TKP atas meninggalnya ibu muda, MR (29) warga Bungkal, Ponorogo yang diduga kematiannya akibat menenggak racun tikus di rumahnya, Kamis (15/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Anggota keluarga, para kerabat dan tetangga memadati rumah MR warga Bungkal, Ponorogo, Kamis (15/10/2020). Selain mereka datang untuk menyampaikan bela sungkawa juga ingin melayat sekaligus ingin memastikan penyebab kematian ibu mudah MR yang berusia 29 tahun itu.

Apalagi, sebelumnya warga sempat berbondong-bondong ingin mengetahui penyebab kematian ibu muda itu. Sebelumnya, nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke rumah sakit.

"Korban pertama kali diketahui ibu korban Ny Tukiyem (65) dan ayah korban Boirin (66 ). Kedua orang tua korban mengetahui korban sekarat sekira pukul 11.00 WIB," ujar Kapolsek Bungkal AKP Joko Suseno, Kamis (15/10/2020) saat olah TKP bersama petugas Polres Ponorogo.

Saat ditemukan, kata mantan Kasubag Humas Polres Madiun ini, korban meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan busa. Diduga sebelum meninggal dunia, korban meminum obat (racun) tikus dengan buah pisang.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, saksi mengetahui korban keluar rumah naik motor. Kemudian korban pulang langsung masuk ke dalam kamar itu," imbuhnya.

Tak berselang lama, kata Joko sekitar pukul 11.00 WIB, saksi (Tukiyem) mengetahui korban di dalam kamar dalam keadaan kejang-kejang dan matanya melotot. Mengetahui kejadian ini, saksi memanggil suaminya (Boirin) dan Sarmin(54) yang warga Desa Bancar yang masih tetangganya untuk menolong korban.

"Seketika korban dibawa keluar kamar dan diberi minum air kelapa. Tapi, korban muntah-muntah dan mengeluarkan busa dari mulutnya. Saat hendak dibawa ke rumah sakit korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Bungkal," tegasnya.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi, lanjut Joko korban memiliki suami yang sedang bekerja di Luar Negeri. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi lainnya, korban mengalami depresi ketika suaminya bekerja di luar negeri.

"Seusai olah TKP jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga karena semua sudah menerimakan atas kejadian ini," pungkasnya. Mal/Waw