Gus Muhdlor Tutup Pelatihan Tata Rias Salon dan Barista di Kecamatan Gedangan dan Waru dengan Pemberian Peralatan


Gus Muhdlor Tutup Pelatihan Tata Rias Salon dan Barista di Kecamatan Gedangan dan Waru dengan Pemberian Peralatan TUTUP - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menutup acara pelatihan tata rias salon, barista, spa dan reflexology serta pastry di Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Waru dengan memberikan peralatan usaha itu kepada para peserta, Selasa (01/11/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen kuat Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menciptakan lapangan kerja baru dibuktikan. Pelatihan keterampilan kerja terus dilakukan. Per tahun sudah ada 1.208 warga Sidoarjo yang memperoleh pelatihan, baik itu pelatihan tata rias salon, barista, spa dan reflexology maupun pastry.

Karena itu, Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini menutup pelatihan tata rias salon dan barista di kantor Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Waru, Selasa (01/11/2022). Dalam penutupan itu Gus Muhdlor menyerahkan bantuan alat rias dan barista. Dalam kesempatan ini, Gus Muhdlor didampingi Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Happy Setianingtyas Astrawati Yunus.

Gus Muhdlor mengatakan kegiatan pelatihan seperti ini menjadi komitmennya dalam menciptakan lapangan kerja baru. Komitmen itu juga untuk mengurangi angka pengangguran. Baginya, angka pengangguran terbuka di Sidoarjo cukup tinggi sejak pandemi Covid-19. Angka itu, kini sedang ditekan melalui pelatihan kerja. Targetnya, tercipta 100.000 lapangan kerja baru di Sidoarjo yang menjadi satu dari 17 program prioritasnya.

"Kami berkomitmen yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja baru agar angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sidoarjo semakin menurun," ujar Gus Muhdlor usai menutup pelatihan di Kantor Kecamatan Waru, Selasa (01/11/2022).

Gus Muhdlor meminta pelatihan seperti ini dapat diikuti dengan sungguh - sungguh oleh peserta. Termasuk meminta peserta pelatihan dapat mempraktekkan langsung usai mengikuti pelatihan.

"Di era saat ini dibutuhkan keahlian untuk dapat memasuki dunia kerja. Salah satunya, keahlian yang diperoleh lewat pelatihan seperti ini. Apapun pelatihannya akan percuma kalau tidak diterapkan (diaplikasikan). Keahlian apapun akan percuma kalau tidak dipraktekkan," pintah alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Gus Muhdlor juga berpesan untuk menekuni keahlian yang didapat. Selain itu, membuat trobosan-trobosan usaha yang perkembangan zaman. Salah satunya, dengan memasuki dunia digital saat ini. Dengan begitu, pihaknya yakin keahlian semacam ini tidak akan tertinggal perkembangannya.

"Terobosan dan inovasi ini penting. Salah satunya untuk memasuki dunia digital," tegas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Gus Muhdlor juga menilai Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong munculnya entrepreneur-entrepreneur baru. Salah satunya, usaha rias salon maupun peracik kopi.  Menurutnya, peluang usaha seperti ini cukup menjanjikan. Terbukti banyak betebaran warung kopi di Sidoarjo. Begitu pula usaha rias salon. Rias saat ini dibutuhkan masyarakat tidak hanya saat wisuda sarjana saja. Namun semua jenjang sekolah saat ini menggelar wisuda untuk menandai kelulusan.

"Dari mulai PAUD sudah menggelar wisuda. Berapa banyak murid yang butuh dirias kalau wisuda semua. Ini menjadi peluang untuk menekuni usaha ini," tandasnya. Hel/Waw