Gus Muhdlor Rangkul Semua Legislator, Ajak PKB Bisa Nguripi NU Sidoarjo


Gus Muhdlor Rangkul Semua Legislator, Ajak PKB Bisa Nguripi NU Sidoarjo SYUKURAN - DPC PKB Sidoarjo menggelar Haul Ke 11 Gus Dur bersama Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar serta Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih Gus Muhdlor-Subandi beserta banom di kantor PKB Sidoarjo, Kamis (24/12/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - DPC PKB Sidoarjo menggelar Haul Ke 11 almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Selain haul dalam acara itu juga dilengkapi acara Tasyakuran Kemenangan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Terpilih Ahmada Muhdlor Ali dan Subandi (Gus Muhdlor-Subandi) di kantor DPC PKB Sidoarjo, Kamis (24/12/2020) malam.

Acara ini dihadiri Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah, anggota fraksi PKB, PCNU, MWC NU beserta banom-banomnya.

Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor mengatakan makna yang bisa diambil dari Pilkada Sidoarjo apa pun yang terjadi, semua kader PKB dan Kepala Daerah dari PKB harus tetap terbuka kepada NU itu harga mati. Hal itu, seperti yang disampaikan Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar. Apa pun bentuk dinamika di lapangan, semua harus tetap balik lagi ke tujuan awal didirikannya PKB.

"Seluruh yang menjadi petugas PKB harus balik lagi gelem urip-urip NU (mau menghidupi NU). Kedepan Bupati dan Wakil Bupati harus memperbaiki dan memastikan NU lebih baik. Ini yang harus dipegang," ujar Gus Muhdlor, Kamis (24/12/2020) malam.

Menurut Gus Mudlor, RPJMD baru dimulai agendanya setelah dilantik tanggal 18 Februari 2021 mendatang. Tapi sebelum itu, pihaknya sudah memiliki hitungan perkiraan Juni 2021 sudah bisa melaksanakan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Kami menginginkan memajukan PAK Juni. Harapannya pertengahan tahun bisa mengeksekusi apa yang menjadi visi, misi serta program yang kami janjikan," imbuhnya.

Sedangkan masalah perbedaan antara eksekutif (Pemkab) dan legislatif (DPRD) soal pandangan itu wajar. Bagi Gus Muhdlor, perbedaan dari kemarin hingga sekarang masalah komunikasi. Pihaknya meyakini kunci semuanya adalah komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif.

"DPR punya kemauan apa, kita (Pemkab) punya program apa? Semua bisa diomongkan. Tidak ada kemudian DPRD kunci-kuncian dan tidak bergerak (diam). Saya yakin semua tidak suka diam. Makanya, yang kemarin menjadi lawan politik tetap akan dirangkul. Sekarang saya kira kalau berkaca situasi hari ini sudah selesai. Maka para legislator ini, bagaimana kemudian punya karya dimasyarakat agar Tahun 2024 mudah jalannya," tegasnya.

Gus Muhdlor menilai saat ini bukan masalah kuat-kuatan. Pihaknya yakin semua anggota DPRD sama. Mereka pasti akan berusaha memiliki tinggalan di masyarakat agar Tahun 2024 lebih mudah perjalanannya menuju kursi DPRD Sidoarjo. Apalagi, pertarungan Tahun 2024 lebih sulit daripada sekarang ini.

"Kami meyakini itu semua. Makanya semua harus bisa bersatu membangun masa depan Sidoarjo," tandasnya.

Sementara dalam rangkaian acara ini juga ada pemberian reward (bonus) kepada 18 PAC PKB terbaik. Salah satunya PAC Sedati yang mendapatkan uang tunai Rp 7,5 juta dan seekor sapi. Sedangkan Kecamatan Tulangan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5 juta dan seekor sapi. Selain itu, untuk PAC PKB Tarik mendapat uang tunai Rp 3 juta dan sisanya PAC PKB lain masing-masing mendapat uang tunai Rp 5 juta. Zak/Waw