Gus Muhdlor : Jadilah Santri Berdaya Saing dengan Mengasah Ketrampilan yang Tidak Dikerjakan Robot


Gus Muhdlor : Jadilah Santri Berdaya Saing dengan Mengasah Ketrampilan yang Tidak Dikerjakan Robot SKILL - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meminta para santri memperkuat ketrampilan atau soft skill saat menghadiri wisuda sekolah progresif Bumi Shalawat di Ponpes Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo, Rabu (08/06/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meminta para santri memperkuat ketrampilan atau soft skill saat menghadiri wisuda sekolah progresif Bumi Shalawat di Ponpes Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo, Rabu (08/06/2022).

Baginya, soft skill (kemampuan) penting ditingkatkan karena zaman telah berubah. Di era digital sudah menguasai zaman. Robot banyak menggantikan pekerjaan manusia.

"Untuk menjadi santri yang berdaya saing, carilah skill yang tidak bisa dikerjakan oleh robot. Kalau santri hanya memperkuat otot, tinggal menunggu waktu untuk selesai," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Rabu (08/06/2022).

Karena itu, Gus Muhdlor meminta kemampuan diri para santri harus dapat diperkuat lagi. Yang robot tidak mampu mengerjakan diharap dapat dikerjakan para santri. Salah satunya seperti kemampuan untuk membangun team work yang baik.

"Saya berharap semua yang hadir mulai menata diri. Jangan lupa untuk memperkuat soft skill dan cari bahan yang tidak bisa dituntaskan atau dikerjakan para robot itu," ungkap alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Selain itu, dalam kesempatan ini Gus Muhdlor juga berpesan kepada santri untuk tidak lupa akan pondok pesantren yang membesarkannya selepas dari pondok. Tetapi para santri harus tetap menyambung silaturahmi dengan sowan ke pondok.

"Kami berhadap guru yang mendidiknya akan membawa keberkahan hidup. Kalau santri yang SMA sudah lulus, jangan pernah lupa sowan ke pondok," pintahnya.

Gus Muhdlor menilai masa yang terberat adalah masa sesudah SMA. Karena harus menjaga konsistensi untuk terus berbuat baik adalah hal menurutnya tidak mudah. Karena ia melihat situasi diluar saat ini sangat berbeda.

"Banyak tantangan dan godaan selepas dari pondok pesantren. Kepada yang diwisuda SMA, jangan pernah lepas dari pondok. Sowanlah ke pondok, disitu ada keberkahan dan akan mengingatkan kemampuan santri karena situasi diluar sangat berbeda," tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Sementara itu, tidak lupa Gus Muhdlor juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sekolah progresif Bumi Shalawat atas peran sertanya dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Melalui sekolah-sekolah seperti ini, tugas pemerintah akan lebih mudah mencapai cita-cita bangsa. Yakni mencerdaskan generasi masa depan," tandasnya. Hel/Waw