Gus Muhdlor Dorong Para Santri Sidoarjo Jadi Birokrat, Diplomat Hingga Negarawan


Gus Muhdlor Dorong Para Santri Sidoarjo Jadi Birokrat, Diplomat Hingga Negarawan DORONG - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memotivasi para santri berperan di luar pondok dengan berkarya mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara saat Wisuda ke XXVII Pondok Pesantren Al Amanah Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (04/06/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peran dan kontribusi santri dalam membangun bangsa sudah tidak diragukan lagi. Sederat nama seperti KH Wachid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga KH Ma'ruf Amin (Wakil Presiden RI) diantara contoh peran santri dalam membangun bangsa.

Berangkat dari kalangan santri, mereka kemudian menjadi negarawan. Bahkan Wahid Hasyim salah satu tokoh kalangan santri yang masuk dalam anggota BPUPKI dan PPKI yang bertugas mempersiapkan Kemerdekaan RI Tahun 1945 dan merumuskan dasar-dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada saat Wisuda ke XXVII santri Pondok Pesantren Al Amanah, Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mendorong dan memotivasi para santri. Tujuannya agar para santri berperan di luar pondok dengan berkarya dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengajak para kaum sarungan (julukan para santri) untuk berkompetisi menduduki pos dan jabatan penting dan strategis di pemerintahan. Seperti menjadi birokrat, diplomat hingga negarawan. Karena sudah banyak contoh pejabat negara berlatar belakang santri. Bahkan Gus Dur sendiri mengikuti jejak ayahnya menjadi negawaran dengan menduduki kursi Presiden. Begitu juga dengan KH Ma'ruf Amin yang saat ini menjabat Wakil Presiden (Wapres) RI.

"Santri menjadi salah satu insan yang lebih komplek dibanding lainnya. Karena pendidikannya ditempa di luar dan di dalam. Makanya kedisiplinannya masuk. Untuk itu, saya mengajak para santri Al Amanah jangan pernah minder dalam bersaing untuk menduduki pos-pos penting di negara ini. Santri harus menjadi birokrat, diplomat dan negarawan agar bisa mewarnai kebijakan bangsa," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Sabtu (04/06/2022).

Gus Muhdlor yang juga putra pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Lebo, KH Agoes Ali Masyhuri ini menilai tugas pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa minimal jauh berkurang dengan adanya lembaga pendidikan pesantren seperti Ponpes Al Amanah ini. Alasannya, mayoritas lulusan santri Al Amanah akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi (universitas). Bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Hari ini bukanlah sebagai akhir dari perjuangan. Perjuangan masih banyak, lebih berliku dan ini sebagai bekal untuk menjadi insan yang berguna ke depannya," tegas alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Selama tiga dasawarsa usia Pondok Pesantren Al Amanah dengan konsep pondok pesantren modern di bawah asuhan KH Nurkholis Misbach, lulusan santrinya banyak menorehkan prestasi baik di dalam negeri maupun diluar negeri.

"Nah, prestasi itu harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi oleh para alumni yang mengikuti wisuda kali ini," tandas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Sementara dalam wisuda kali ini Ponpes Al Amanah Junwangi mengusung tema 'Menyiapkan Generasi Santri Sebagai Kader Pemimpin Umat untuk Mewujudkan Peradaban Mulia'. Hel/Waw