Geliat Sentra Batik Ngawi di Tengah Pandemi Covid 19


Geliat Sentra Batik Ngawi di Tengah Pandemi Covid 19 Aktifitas di Galeri Batik Widi Nugraha Ngawi yang kini mulai geliat di tengah pandemi.

NGAWI (Republik Jatim) Aktivitas para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mulai bergeliat kembali setelah sebelumnya sempat mengalami kelesuan di tengah masa pandemi COVID-19, seiring aktivitas masyarakat yang mulai menuju normal baru.

 

"Jika sebelumnya sempat sepi pesanan selama lima bulan lebih, kini sejak adanya pelonggaran aktivitas di masyarakat pesanan batik Ngawi mulai mengalir," kata Budi Siwi Riyayanawati, salah seorang pengusaha batik di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Sabtu (24/10/2020).

 

Apalagi saat ini mulai tahapan pilkada 2020 serta adanya acara pernikahan, meskipun secara sederhana tetapi pesanan batik sudah mulai ada. Beberapa perkantoran pun sudah mulai ada pesanan.

 

“Pesanan yang diterima belum sebanding sebelum pandemi yang mencapai 100 potong kain batik per minggu, sedangkan sekarang pesanannya hanya berkisar 15-an potong,” tambahnya.

 

Saat dikunjungi di sentra batiknya bersama Meta Sundawan, Public Relations London School Supark, Siwi mengaku upaya agar tetap eksis di tengah pandemi, yakni dengan promosi di media sosial secara masif karena menjadi mata pencaharian utama bagi dirinya bersama pengrajin batik lainnya yang bermitra dengan dirinya.

 

"Penjualannya memang sempat lesu, kemudian mulai bergairah dan saat ini mulai banyak pesanan batik untuk dibuat pakaian, mayoritas partai besar untuk seragam kantoran," ujarnya.

 

Penjualan batik tulisnya saat sekarang, katanya, sudah mencapai 30-an persen dari penjualan normal sebelum pandemi. Beberapa karyawan pun tidak dirumahkan. Para karyawan masih tetap membatik saat pandemi namun dengan jumlah produksi tidak terlalu besar. Karyawan juga merasa terbantu adanya bantuan sosial dari Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan dan sudah diterima karyawan beberapa bulan ini.

 

"Kami tidak sampai melakukan PHK karyawan, mereka tetap produksi. Dengan adanya bantuan dari pemerintah itu justru sangat membantu sekali bagi karyawan kami disaat situasi perekonomian sedang sulit,” pungkasnya.