Gelar Pawai Budaya, Siswa SMK YPM 11 dan MTs 1 Wonoayu Populerkan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah


Gelar Pawai Budaya, Siswa SMK YPM 11 dan MTs 1 Wonoayu Populerkan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah PAWAI - Guru dan siswa siswi SMK YPM 11 dan MTs 1 Wonoayu saat memimpin carnaval dan pawai budaya menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah, Sabtu (30/07/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Para guru beserta siswa dan siswi SMK YPM 11 dan MTs 1 Wonoayu menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah. Mereka menggelar carnaval dan pawai budaya menggunakan pakaian serba hasil kreasi seni memanfaatkan limbah kertas dan plastik.

Ada sekitar 800 orang peserta berbaris berjalan keliling kampung dan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Wonoayu.

Kepala SMK YPM 11 Wonoayu, Siti Masru'ah mengatakan dengan carnaval sekolah ingin menyampaikan pesan ke masyarakat jika SMK YPM 11 Wonoayu mendidik siswa dan siswinya berakhlaq mulia dan berkarakter. Hal itu sekaligus meneladani sikap dan sifat Rasulullah SAW.

"Dengan carnaval dan pawai budaya ini, kami ingin memberikan pesan ke masyarakat, kami (para dewan guru) mendidik siswa dan siswi agar memiliki budi pekerti, akhlaq mulia, berkarakter serta disiplin. Termasuk memiliki kemampuan akademis agar keberadaan siswa dan siswi kami dapat diterima masyarakat," ujar Siti Masru'ah kepada republikjatim.com, Sabtu (30/07/2022).

Selain itu, Siti Masru'ah berpesan kepada para siswa dan siswinya. Menurutnya, Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah harus dirayakan dan disyukuri. Hal ini untuk meminimalisir selama ini hanya Tahun Baru Masehi yang dirayakan masyarakat umum. Karena itu, pawai budaya dan carnaval itu yang dilaksanakan dalam menyambut 1 Muharram ini juga dilengkapi tumpeng jajanan dan makanan yang diarak keliling sejumlah desa di Wonoayu.

"Tumpeng itu bisa menjadi simbol perayaan tahun baru Islam. Sekaligus kami ingin menggemaskan tahun baru umat Islam itu," tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala MTs 1 Wonoayu, Suhardi. Menurutnya, peringatan tahun baru Islam (Hijriyah) harus diambil hikmahnya. Baginya peringatannya tidak hanya sekedar hura - hura.

"Peringatan tahun baru Islam ini harus diambil hikmahnya. Yakni meneladani Akhlaq Rasulullah SAW serta perjuangannya membela Islam dan sampai hijrah dari Makkah menuju Madinah," tandasnya. Rto/Hel/Waw