Dukung Pemulihan Ekonomi Tembus Pasar Amerika Kirim 3.000 Tanaman Hias, Gus Muhdlor Apresiasi Unit Bisnis Umsida


Dukung Pemulihan Ekonomi Tembus Pasar Amerika Kirim 3.000 Tanaman Hias, Gus Muhdlor Apresiasi Unit Bisnis Umsida LAUNCHING - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengikuti launching unit bisnis baru Umsida PT Umsida Sinergi Utama ( PT USU) yang langsung mengekspor perdana 3.000 bibit tanaman hias ke Amerika Serikat, Selasa (10/05/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memiliki unit bisnis baru. Yakni PT Umsida Sinergi Utama (USU). Unit bisnis ini langsung melakukan ekspor perdana 3.000 bibit tanaman hias ke Amerika Serikat.

Unit bisnis Umsida (PT USU) dilaunching dalam momen Halal bi Halal keluarga besar Umsida di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus Kampus 1 Umsida, Selasa (11/05/2022). Dalam launching itu dihadiri Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi positif atas launching (puluncuran) PT USU yang menjadi unit bisnis baru Umsida itu. Menurutnya, usaha Umsida ini akan membantu Pemkab Sidoarjo dalam pemulihan perekonomian di kala pandemi Covid-19. Untuk itu, atas nama Pemkab Sidoarjo, Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengapresiasi launching unit bisnis Umsida ini.

"Ketika kami berkeliling di beberapa titik desa, banyak orang berjualan takjil tidak laku. Dari sini bisa dilihat ada dua permasalahan. Pertama ekonominya lesu karena Covid-19 dan kedua rasio penjual tidak sebanding dengan pembeli. Karena itu, dengan launching bisnis Umsida ini menjadi salah satu solusi skill up pasar. Yakni bukan hanya pasar domestik tetapi membuka celah lain untuk melakukan jual beli dan perdagangan yang harus diusahakan melalui pasar ekspor," ujar Gus Muhdlor.

Selain itu, Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini juga menyambut positif langkah Umsida dalam meningkatkan perekonomian yang mengalami perubahan sejak adanya pandemi Covid-19 itu.

"Karena Unit bisnis baru Umsida ini, tidak hanya menyasar jual beli pasar domestik tapi juga membuka pasar ekspor ke Amerika Serikat," ungkapnya.

Sementara Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh menegaskan makna di balik halal bi halal yang diusung yakni sebagai bentuk semangat baru untuk menjadikan Umsida sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing kuat dan bernilai intelektual. Bahkan Umsida, berupaya meningkatkan skill di berbagai bidang. Baik di bidang akademik maupun meningkatkan Catur Dharma Muhammadiyah sebagai perguruan tinggi.

"Untuk itu, kami terus mendorong peningkatan bagi dosen agar bisa mencapai kuota 50 persen bergelar doktor dan 70 persen bergelar lektor. Selain pencapaian rekognisi, maka Umsida selama 2 tahun akan menambah 3 prodi baru. Yaitu S2 Ilmu Komunikasi, S1 Fisioterapi dan pembukaan S1 Kedokteran," tegasnya.

Hidayatullah menjelaskan pengembangan di bidang non akademik Umsida yaitu dengan melaunching Unit Bisnis PT Umsida Sinergi Utama itu. Selama ini, Umsida telah mengembangkan beberapa unit bisnis.

"Sejumlah unit bisnis itu diantaranya Surya Mart, Umsida Kuliner, Layanan Konsultasi Psikologi, Layanan Fisioterapi, Klinik Kesehatan, Lembaga Sertifikasi Profesi dan Agribisnis dengan 3 fokus utama yaitu fokus tanaman hias dan kultur jaringan," paparnya.

Direktur PT USU, Hasan Ubaidillah berharap pembentukan PT Umsida Sinergi Utama sebagai inisiasi dari peningkatan usaha komersial sekaligus menjadi pilar ekonomi baru secara internal di Umsida. Harapannya, pelayanan juga lebih baik kepada masyarakat khususnya di bidang pendidikan. Begitu juga secara eksternal dengan ekspor tanaman hias Umsida menjadi ceruk ekonomi baru yang bisa berkontribusi bagi masyarakat Sidoarjo.

"Salah satu bentuk dukungan perekonomian yang diberikan Umsida melalui PT Umsida Sinergi Utama ini pengembangan tanaman hias kualitas ekspor sekaligus bisa menambah pendapatan masyarakat khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Insyaallah Umsida melalui budidaya tanaman hias menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang concern eksport tanaman hias dan mengembangkan perekonomian rakyat," pungkas Direktur Pengembangan Bisnis dan Investasi Umsida ini.

Dalam kesempatan ini, Umsida juga memberikan penghargaan berupa ibadah umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama lebih dari 20 tahun dengan kinerja sangat baik. Kelima dosen dan tenaga kependidikan itu diantaranya Drs Mu’adz MAg (masa kerja 33 tahun), Patricia Diah Hamidi AMd (masa kerja 32 tahun), Ir Sumarno MM (masa kerja 28 tahun), Drs Nurasik MM (masa kerja 27 tahun) dan M Sholeh (masa kerja 22 tahun). Hel/Waw