Dinas P3AKB dan PPA Polresta Sidoarjo Kampanyekan Perlindungi Anak Bersama Para Kasek se Balongbendo


Dinas P3AKB dan PPA Polresta Sidoarjo Kampanyekan Perlindungi Anak Bersama Para Kasek se Balongbendo PENYULUHAN - Sejumlah Kepala MI, SD, SMP, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Balongbendo mengikuti penyuluhan pencegahan kekerasan anak dan keluarga berencana di gedung serba guna Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (23/02/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Balongbendo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Pemkab Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan pencegahan kekerasan di tingkat sekolah melalui kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) Tahun 2021. Dalam kegiatan bertema Pencegahan Kekerasan di Tingkat Sekolah (Menanggulangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dan Perlindungan Anak) ini digelar di Gedung Serbaguna Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, Selasa (23/02/2021).

Kasi Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rizh Noor WA mengatakan program ini bukan pertama kali. Tapi sudah dimulai Tahun 2013 lalu, karena kegiatan ini agar semua memahami mulai dari anak-anak sekolah, guru dan lintas sektor. Karena permasalahan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sidoarjo masih sangat tinggi.

"Justru banyak yang tidak dilaporkan kasus ini. Tapi korban-korbannya meningkat. Karena itu, kami (Dinas P3AKB) mengajak peran masyarakat dilibatkan. Tanpa adanya peran masyarakat atau lintas sektor, permasalahan ini tidak selesai karena tidak berdiri sendiri," ujarnya, Selasa (23/02/2021).

Selama Tahun 2021 misalnya, lanjut Rizh kasus kekerasan cukup tinggi. Yakni mencapai hampir 75 persen. Apalagi, kasus yang sudah dilaporkan ke UPTD PPA ada 140 kasus. Dengan rincian peringkat tertinggi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kedua masalah anak kurang lebih 65 kasus yang ditangani.

"Selama menangani kasus ini, kami sudah selesaikan. Kami sudah kerja sama dengan PPA Polresta Sidoarjo dan Kejaksaan dan Pengadilan Agama Sidoarjo saat ada kasus yang harus didampingi secara hukum," imbuhnya.

Selain itu, kata Rizh, rencananya selain kegiatan ini akan ada kelajutannya. Rencananya membuat kesepakatan bersama (MoU). Harapan kami membuat MoU ketika ada kasus, masyarakat tinggal telepon untuk penyelesaiannya.

"Karena di Dinas P3AKB ada namanya Unit Pelayanan Teknik Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kalau dari dinas pencegahannya, kalau penangannya di UPTD PPA. Kami berterima kasih kepada Dinas DP3AKB yang bermitra dan bekerja sama dalam program Pencegahan kekerasan di Tingkat Sekolah," tegasnya.

Sementara Koordinator FKPAI Balongbendo, Muh Nursalim berharap ilmu yang akan disampaikan dari narasumber baik Dinas P3AKB maupun PPA Polresta Sidoarjo serta psikolog bermanfaat baik bagi keluarga, anak didik maupun orang lainnya.

Kegiatan penyuluhan pencegahan kekerasan anak dan keluarga berencana diikuti Kepala SD, MI, SMP dan SMA. Selain itu, Forpimka Balongbendo dengan narasumber Kanit PPA Polresta Sidoarjo Ipda Utut Utami, Dosen sekaligus Psikolog Umsida Ghozali Rasyid Afandi, Kepala KUA Balongbendo Ahmad Hariadi dan Pokjaluh Sidoarjo Imam Mukhozali. Zak/Hel/Waw