Dekesda Sidoarjo Bikin Film Pendek Remo Namaku Dipersembahkan untuk Sang Maestro Munali Patah


Dekesda Sidoarjo Bikin Film Pendek Remo Namaku Dipersembahkan untuk Sang Maestro Munali Patah FILM - Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) membuat film Dokudrama dengan genre drama roman berjudul Remo Namaku yang diproduksi selama dua bulan dan bakal dilaunching bersamaan Festival Seni Munali Patah, Jumat (10/06/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komite Sinematografi dan Fotografi Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo membuat film Dokudrama dengan genre drama roman. Pembuatan film pendek berdurasi antara 20 sampai 25 menit ini, dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan Tari Remo yang merupakan budaya leluhur warga Sidoarjo.

Dalam Film Dokudrama yang berjudul Remo Namaku ini bakal didokumentasikan sebagai sebuah film persembahan untuk maestro Remo Munali Patah yang diproduseri langsung Iffa Suraiya.

Ketua Dekesda Sidoarjo, Ali Aspandi mengatakan film pendek ini sebagai bentuk dan upaya dalam melestarikan dan merawat Tari Remo. Tujuannya agar Tari Remo tetap eksis di Sidoarjo, terutama untuk kalangan generasi muda.

"Film Tari Remo ini sekaligus sebagai penghargaan kepada Munali Patah yang sudah menjadi aset seni budaya di Sidoarjo," ujarnya kepada republikjatim.com, Jumat (10/06/2022) disela-sela shooting Film Remo.

Selain itu, Aspandi menjelaskan pengambilan gambar dalam film berdurasi 20 sampai 25 menit itu dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya di Monumen Jayandaru, rumah Munali Patah, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Munali Patah serta di Kantor Dekesda Sidoarjo.

"Karena isi film ini bercerita tentang filosofi Tari Temo yang diciptakan Bapak Munali Patah dengan dipadukan genre drama kolosal. Karena segmentasi dari film ini adalah kalangan anak muda dan pelajar," tegasnya.

Sementara itu kata Aspandi Film Remo Namaku ini bakal dilaunching berbarengan Festival Seni Munali Patah. Festival ini merupakan bentuk penghargaan kepada para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi maupun prestasi terhadap kesenian di Sidoarjo.

"Lauchingnya bersamaan festival itu. Karena Festival Seni Munali Patah merupakan penghargaan kepada para seniman dan budayawan yang memiliki dedikasi terhadap kesenian di Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw