Dampak Covid-19 Pengangguran Naik, Siapkan 100.000 Lapangan Kerja Baru, Gus Muhdlor Segera MoU dengan Ribuan Perusahaan


Dampak Covid-19 Pengangguran Naik, Siapkan 100.000 Lapangan Kerja Baru, Gus Muhdlor Segera MoU dengan Ribuan Perusahaan PENUTUPAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat memberi sambutan menutup pelatihan SPA Refleksiologi bagi warga Gedangan, di Kantor Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Senin (13/09/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Salah satu dari 17 program yang saat ini dikebut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) adalah membuka 100.000 lapangan kerja baru. Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung kurang lebih 2 tahun terakhir membawa efek besar bagi dunia usaha. Dampaknya angka pengangguran di Sidoarjo meningkat.

Berdasarkan datanya ada sekitar 10,97 persen warga yang menganggur karena berbagai sebab selama pandemi. Yang paling besar korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kemudian faktor lainnya, lesunya usaha yang dijalankan selama pandemi Covid-19.

Karena itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menggenjot program membuka lapangan kerja baru melalui pemberian pelatihan keterampilan berbasis kompetensi. Selain itu, bakal bekerjasama dengan perusahaan melalui MoU penerimaan karyawan mengutamakan warga Sidoarjo. Pemberian bekal keahlian untuk para korban PHK dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan itu dilakukan secara masif di 18 kecamatan. Harapannya jumlah pengangguran di Sidoarjo turun.

"Pengangguran terbuka di Sidoarjo cukup besar. Yakni ada 10, 97 persen atau sekitar 288.000 orang. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat mengikis jumlah pengangguran itu," ujar Gus Muhdlor saat menutup pelatihan SPA Refleksiologi bagi warga Gedangan di Kantor Kecamatan Gedangan, Senin (13/09/2021).

Gus Muhdlor minta semua pihak diharapkan bahu membahu mengatasi permasalahan pengangguran. Kerja keras dan kerja bersama jadi kunci keluar dari persoalan ini. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta sinergi merealisasikan 17 program yang menjadi janjinya sebelum dilantik jadi Bupati Sidoarjo.

"Seluruh OPD harus bersinergi mensukseskan 17 program yang sudah masuk dalam RPJMD. Salah satunya membuka 100.000 lapangan kerja baru," pintahnya.

Bupati muda alumni Fisip Unair Surabaya ini menjelaskan peningkatan kompetensi yang berbasis pada skill langsung terapan kepada masyarakat. Selain itu, diharapkan menjadi wirausaha baru. Yakni bukan hanya ikut kerja di pabrik tetapi mencetak pengusaha-pengusaha baru di bidang jasa. Dalam hal ini SPA Refleksiologi.

"Tahun depan kami minta jenis pelatihan dirubah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat setiap kecamatan. Karena tidak semua wilayah membutuhkan keahlian yang sama," tegasnya.

Pihaknya meminta para Camat mengkoordinir hasil produk unggulan desa/kelurahan di wilayahnya masing-masing. Branding yang ingin diangkat nantinya akan difasilitasi Pemkab Sidoarjo. Salah satu ujung tombaknya adalah desa/kelurahan.

"Untuk itu, setiap desa bisa memberikan masukan ke kecamatan untuk diangkat produk unggulannya. Contohnya di Desa Punggul yang dikenal sebagai Kampung Topi," jelasnya.

Selain memberikan pelatihan kompetensi, upaya lain yang ditempuh Gus Muhdlor untuk mempercepat membuka lapangan kerja baru adalah melakukan MoU dengan perusahaan- perusahaan. Ada sekitar 1.500 industri skala besar dengan total 6.000 industri skala menengah dan besar.

"Ke depan kami siapkan MOU ke beberapa perusahan besar yang ada di Sidoarjo. Isinya harus mengutamakan tenaga kerja warga Sidoarjo atau memberikan ruang Pelatihan Kerja. Setiap perusahaan besar yang mau investasi mendirikan ataupun berada di Sidoarjo, harus mengutamakan pekerja dari warga Sidoarjo dan Balai Latihan Kerja (BLK)," paparnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo Fenny Apridawati menegaskan pelatihan keterampilan di kantor Kecamatan Gedangan diikuti 20 orang. Semuanya warga ber KTP Kecamatan Gedangan. Ke 20 orang itu mengikuti pelatihan refleksiologi.

"Seluruhnya peserta ber KTP di Kecamatan Gedangan. Disnaker menjadi satu-satunya dinas di Sidoarjo yang menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi," tandasnya. Hel/Waw