Curah Hujan Tinggi, Bupati Instruksikan Normalisasi Sungai di Sidoarjo Dikebut


Curah Hujan Tinggi, Bupati Instruksikan Normalisasi Sungai di Sidoarjo Dikebut NORMALISASI - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meninjau salah satu normalisasi sungai yang dilaksanakan Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo beberapa pekan lalu.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) untuk mempercepat pengerjaan proyek normalisasi sungai. Hal itu untuk mengantisipasi banjir di berbagai titik di Sidoarjo. Apalagi, saat ini normalisasi sedang dikerjakan di belasan titik di wilayah Sidoarjo.

"Saat ini normalisasi terus berjalan. Kami mengantisipasi menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan yang merata di Sidoarjo," ujar Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo kepada republikjatim.com, Rabu (24/11/2021).

Proses normalisasi sungai yang sudah rampung saat ini diantaranya Saluran afvoer Ngingas, Desa Balongtani Kecamatan Jabon, Saluran Kemasan 1 Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Saluran Purboyo Desa Jedongcangkring, Kecamatan Prambon, Saluran Porong Kanal Kecamatan Tarik, dan Kali Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu serta belasan sungai yang saat ini masih dalam proses pengerukan.

"Kami minta normalisasi yang belum selesai itu agar segera diselesaikan," pintahnya.

Selain normalisasi sungai, Gus Muhdlor menginstruksikan untuk menambah jumlah dan kapasitas pompa penyedot banjir di titik-titik rawan banjir. Salah satunya di bawah kolong tol depan Lippo Mall yang kemarin sempat tergenang saat hujan deras, Selasa (23/11/2021) petang.

"Karena prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Pulau Jawa termasuk Sidoarjo akan terkena dampak Badai La Nina yang puncaknya diprediksi terjadi bulan Desember. Selain itu, air laut pasang atau banjir rob juga harus diantisipasi yang prediksinya juga terjadi pada bulan Desember," tegasnya.

Selain Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo, Gus Muhdlor juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo untuk siaga 24 jam. BPBD diminta merespons dengan cepat jika melihat atau mendapatkan laporan kejadian adanya bencana.

"Baik itu bencana angin puting beliung maupun bencana banjir selama musim hujan," tandasnya. Adv/Hel/Waw