Bupati Sidoarjo Serahkan Bantuan Bagi 477 Korban Puting Beliung di Tiga Kecamatan yang Terverifikasi


Bupati Sidoarjo Serahkan Bantuan Bagi 477 Korban Puting Beliung di Tiga Kecamatan yang Terverifikasi SERAHKAN - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menyerahkan bantuan kepada 69 orang warga RT 40 RW 07 Perumahan Omah Pesona, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo yang menjadi korban amukan angin puting beliung, Rabu (23/11/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo merealisasikan ganti rugi penggantian material untuk ratusan rumah korban terdampak angin puting beliung yang terjadi tanggal 23 Oktober 2022 lalu. Angin puting beliung yang menerjang sejumlah desa di tiga kecamatan itu menyebabkan ratusan rumah rusak.

Ketiga kecamatan yang menjadi amukan angin puting beliung itu yakni Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Kecamatan Taman. Bantuan pengganti material rumah korban bencana puting beliung ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali kepada warga Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Desa ini menjadi desa paling parah mengalami kerusakan. Bantuan simbolis diberikan kepada warga RT 40 RW 07 Perumahan Oma Pesona, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran.

"Kami ingin memastikan korban bencana angin puting beliung kemarin mulai dari Desa Jati kemudian Sidokepung dan Entalsewu serta di Kecamatan Taman merasakan kehadiran Pemkab Sidoarjo," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Rabu (23/11/2022) usai penyerahan bantuan.

Selain itu, Gus Muhdlor menjelaskan bantuan yang berikan Pemkab Sidoarjo berupa uang tunai yang ditransfer langsung ke rekening korban. Pemkab Sidoarjo bekerjasama dengan Bank Jatim untuk membuka rekening bagi korban bencana alam itu, untuk proses pencairannya. Bantuan uang tunai itu menjadi penggantian material perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

"Hari ini (Rabu) secara simbolis bantuan diberikan kepada 69 orang warga RT 40 RW 07 Desa Sidokepung atau di Perumahan Omah Pesona," imbuh Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Putra KH Agoes Ali Masyhuri ini juga menyampaikan besaran bantuan nilai ganti rugi material rumah tidak sama. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Menurutnya, setelah dilakukan verifikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo terdapat 477 rumah yang memenuhi syarat mendapatkan bantuan dari Pemkab Sidoarjo itu.

"Dari 600 korban, yang terverifikasi untuk memperoleh bantuan ada 477 rumah. Yang lainnya hanya berdampak ringan sehingga butuh pembenahan sedikit dan selesai. Material pun akan diganti sesuai dengan standar satuan harga," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sidoarjo juga menyampaikan permintaan maaf jika penyaluran bantuan untuk ganti rugi material rumah tidak bisa langsung karena membutuhkan proses dan waktu verifikasi. Hal itu dilakukan agar penggantian ganti rugi material itu benar-benar sesuai peraturan dan tidak melanggar peraturan. Penyerahan bantuan itu juga sesuai dengan batas tanggap darurat di lokasi bencana.

"Penanganan bencana sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemkab Sidoarjo wajib hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membantu warga yang tertimpa kesusahan. Hal ini untuk memastikan korban bencana tertangani dengan baik. Kepada empat desa yang kemarin tertimpa musibah, setelah melalui koordinasi RT/RW dan kepala desa, tuntutan dan harapan warga korban bencana dapat direalisasikan Pemkab Sidoarjo," jelasnya.

Sementara Kepala BPBD Pemkab Sidoarjo, Dwijo Prawito yang ikut mendampingi Bupati Sidoarjo saat menyalurkan bantuan menegaskan pihaknya segera menyalurkan bantuan berupa perbaikan rumah sesuai arahan Bupati Sidoarjo. Bantuan material bahan bangunan maupun bantuan uang pengganti pembelian bahan perbaikan yang dikeluarkan pemilik rumah juga sudah dalam proses penyaluran. Dwijo menjelaskan, anggaran penanganan puting beliung ini yang dikeluarkan Pemkab Sidoarjo sebesar Rp 920 juta. Rinciannya untuk pembelian meterial bangunan sebesar Rp 420 juta dan Rp 500 juta untuk membantu perbaikan rumah sendiri di 3 kecamatan.

"Tanggap darurat bencana dilakukan mulai dari 23 Oktober sampai 5 Nopember. Karena waktu itu belum selesai pembagian materialnya, maka tanggap darurat bencana diperpanjang lagi sampai tanggal 19 Nopember. Setelah verifikasi selesai semua, kita baru bisa merealisasikan bantuan kepada warga," tandasnya. Hel/Waw