Blusukan Desa, Ning Sasha Salurkan Bansos Sembako Sambil Ajak Warga Sidoarjo Peduli Kebersihan Lingkungan


Blusukan Desa, Ning Sasha Salurkan Bansos Sembako Sambil Ajak Warga Sidoarjo Peduli Kebersihan Lingkungan SALURKAN - Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor (Ning Sasha) dengan didampingi Wakil Ketua, dr Sriatun sambang desa sambil menyalurkan bantuan paket sembako, Kamis (07/10/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sa'adah Ahmad Muhdlor (Ning Sasha) bersama Wakil Ketua, dr Sriatun beserta jajaran pengurus PKK sambang beberapa desa. Mereka menyalurkan bantuan sosial (bansos) paket sembako dan mengajak warga lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan desa dengan mendirikan bank sampah.

Beberapa desa yang dikunjungi diataranya Desa Punggul dan Desa Wedi, Kecamatan Gedangan. Kemudian Desa Sedati Gede dan Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati.

Ning Sasha sengaja menyalurkan bansos dengan turun langsung ke desa. Dia ingin menemui warga yang kesulitan ekonomi. Selain itu agar bisa memperbarui data penerima bansos. Apalagi dampak pandemi Covid-19, secara otomatis berpengaruh pada masalah ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Pengurus TP PKK berupaya terjun ke masyarakat untuk menyalurkan bansos secara langsung.

"Yang menjadi korban pandemi banyak sekali. Kalau data penerima perlu ditambahkan monggo ditambahkan. Kalau ditemukan penerima yang sudah meninggal dan tidak ada ahli warisnya agar dialihkan ke yang lain yang lebih membutuhkan. Kami ingin bansos ini merata. Para Kepala Desa bisa lebih fokus kepada warga yang membutuhkan dengan mendata kembali. Bansos yang disiapkan Pemkab maupun pusat agar semua warga kurang mampu tercover," ujar Ning Sasha kepada republikjatim.com, Kamis (07/10/2021).

Saat mengunjungi Desa Sedati Gede, Ning Sasha mengapresiasi banyaknya usaha rumahan yang berkembang. Khususnya industri olahan jajanan seperti kue iwel-iwel yang jadi andalan Desa Sedati Gede. TP PKK bakal memberi dukungan penuh usaha rumahan yang ada di Sedati Gede dengan membantu desain kemasan dan pemasarannya.

"Tujuannya agar produk-produk itu bisa dipamerkan, lebih laku dan terkenal di pasaran. Semoga tahun depan program pameran rakyat bisa diwujudkan, baik pameran makanan, minuman maupun kerajinan," tegasnya.

Selain itu, Ning Sasha mengajak warga desa untuk mendirikan bank sampah. Melalui bank sampah warga bisa memilah sampah cair dari sisa penggorengan yang sudah tidak terpakai untuk dikumpulkan. Kemudian jika banyak bisa dijual.

"Kami berharap sejak dari rumah tangga bisa memilah sampah basah dan kering. Sampah basah bisa digunakan sebagai kompos dan sampah kering bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan atau dijual ke pengepul sampah. Harapannya sampah yang ada di lingkungan bisa benar-benar dimanfaatkan. Syukur-syukur pengolahan sampah ini ada hasilnya," pintahnya.

Sementara Kades Wedi, Zainal Abidin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena rombongan TP PKK hadir ditengah-tengah warganya. Hal itu menunjukkan mau menyapa warga terdampak pandemi Covid-19.

"Karena akibat pandemi ini banyak warga yang jadi pengangguran. Banyak perusahaan gulung tikar hingga bisa dikatakan warga Wedi sedang krisis ekonomi. Sebagian besar warga Wedi ini banyak yang memiliki kos-kosan. Itu berdampak karena banyak perusahan gulung tikar sehingga kos-kosan banyak yang ikut gulung tikar," ungkapnya.

Saat penyaluran bansos, TP PKK beserta rombongan menemui salah satu keluarga yang 4 orang anak yatim-piatu. Yakni Rani Endah Puspawati (17), Dwi May Rafika (12), Bagus Tri Atmojo (9) serta M Febrian Cahyono (6). Mereka tinggal di kontrakan bersama buleknya. Ayah mereka meninggal karena kecelakaan kerja dan ibunya meninggal diduga terpapar Covid-19.

Setelah itu mengunjungi rumah Mbok Sukimah (103) penjual nasi pecel yang sudah sejak tahun 2010 sudah tidak lagi sanggup berjualan lagi. Hel/Waw