BHS - Taufiq Prioritaskan Pengembangan Budidaya Perikanan di Sidoarjo


BHS - Taufiq Prioritaskan Pengembangan Budidaya Perikanan di Sidoarjo KERAMBA - Cabup Sidoarjo nomor urut 1, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan 30 petani keramba ikan di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Rabu (18/11/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) bakal memprioritaskan pengembangan budidaya perikanan di Sidoarjo. Pengembangan perikanan ini, tidak hanya perikanan di laut dan tambak. Akan tetapi, juga pengembangan budidaya perikanan di sungai.

Hal ini, lantaran Sidoarjo sebagai kota delta memiliki banyak aliran sungai. Bahkan pengembangan perikanannya, bukan hanya perikanan tangkap, akan tetapi juga perikanan budidaya (keramba).

"Tidak hanya pengembangan perikanan laut dan perikanan tambak, tapi perikanan sungai melalui keramba ikan juga bakal kami kembangkan," ujar Cabup Sidoarjo, BHS kepada republikjatim.com, Rabu (18/11/2020) usai berdilog dengan 30 petani keramba ikan di Sungai Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Tidak hanya pengembangan, kata BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini juga bakal membantu pemasaran hasil budidaya perikanan. Menurutnya, jika tidak laku maka pemerintah daerah bisa mengarahkan pemasarannya.

"Karena membantu pemasaran itu, menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah. Harapannya baik nelayan perikanan laut, tambak dan budidaya keramba maupun nelayan tangkap bisa bergairah usaha pengembangan perikanannya," imbuhnya.

Bagi alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, permasalahan yang dihadapi petani keramba ikan juga mengeluhkan permodalan. Karena itu, para pembudidaya ikan bakal dibantu menggelontorkan perikanan.

"Tidak hanya pembudidaya ikan dan UMKM, tetapi pertanian dan peternakan juga layak mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena KUR digelontorkan Pak Jokowi untuk swasembada pangan dan ketahanan pangan," tegasnya.

Pemasaran lainnya juga akan dibantu pemerintah dengan mengajak dan menyeruhkan ke masyarakat agar menggunakan hasil produksi warga Sidoarjo. Baginya seluruh warga Sidoarjo harus mencintai produk-produk Sidoarjo dengan memanfaatkan dan mengkonsumsi kebutuhan hasil olahan warga Sidoarjo.

"Tidak seperti sekarang ini 75 persen komoditas pokok di Sidoarho yang dijual di pasar dari daerah lain. Termasuk kami mengajak petani ikan membudiyaka ikan berdasarkan nilai gizi dan kenikmatan (rasa) ikan. Nanti akan dikolaborasikan antara ikan bergizi dan ikan yang enak yang disukai di pasaran. Ini dibutuhkan dalam menunjang program makan ikan gratis yang akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali untuk generasi anak-anak muda, balita dan ibu hamil agar Sidoarjo terbebas dari generasi stunting," jelasnya.

Sedangkan soal pembuangan limbah rumah tangga, bakal disiapkan box culvert yang diarahkan pembuangan ke aliran air sungai yang tidak ada kerambanya. Selain itu, seluruh industri juga bakal dicek untuk memastikan agar tidak membuang limbah ke sungai agar tidak mengganggu keramba dan budidaya ikan milik warga.

"Mengenai limbah rumah tangga bukan kami menyalahkan, tapi tugas pemerintah mengarahkan ke tempat yang tak ada keramba ikannya. Agar hasil kerambah ikan maksimal," papar pengusaha transportasi sukses ini.

Sementara salah seorang pemilik keramba ikan Penambangan, Heri Purwantono didampingi Andre Hernawan mengakui di kampungnya ada sekitar 30 petani keramba ikan. Sayangnya, hasil dan pendapatannya tidak bisa dipastikan dan diprediksi setiap bulan. Karena selama ini, dibeli dan dikonsumsi warga sekitar.

"Karena hampir setiap hari kendalanya ada sekitar 25 ekor ikan besar mati di setiap kotak keramba ikan. Itu kendalanya dugaan kami karena limba. Meski penjualan ikan harganya masih standar umum yakni Rp 25.000 per kilogram baik untuk ikan nila maupun patin," tandasnya. Hel/Waw