BHS - Taufiq Dorong Pemerintah Fasilitasi Modal Bantuan UMKM Bagi Pedagang Pasar


BHS - Taufiq Dorong Pemerintah Fasilitasi Modal Bantuan UMKM Bagi Pedagang Pasar SERAP ASPIRASI - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan pedagang dan pengunjung Pasar Taman Sukoasri, di Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo untuk menyerap aspirasi, Sabtu (14/11/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) mendorong agar pemerintah memfasilitasi pedagang pasar tradisional mendapat modal bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Alasannya, pedagang pasar bagian dari UMKM yang harus dilindungi dan difasilitasi pengembangnya.

"Program bantuan stimulus permodalan bagi para UMKM seharusmya juga diberikan ke pedagang pasar. Karena pedagang pasar melayani banyak orang sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. Ini patut untuk diberikan fasilitas bantuan stimulus permodalan itu. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19," ujar Cabup BHS saat berkunjung ke Pasar Taman Sukoasri, Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sabtu (14/11/2020).

Politisi peraih anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini menjelaskan program bantuan permodalan UMKM harus disiapkan untuk pedagang pasar. Hal ini, lantaram pedagang membutuhkan bantuan permodalan itu. Diantaranya untuk membayar sewa lapak maupun menambah jumlah barang dagangan. Karena itu BHS berharap pedagang pasar mendapatkan prioritas mendapatkan bantuan stimulus permodalan UMKM.

"Pedagang pasar ini bagian dari UMKM-UMKM yang tangguh dan sudah bertahan puluhan tahun. Karena itu, usaha mereka tidak boleh mati. Apalagi sudah memberikan kontribusi ekonomi yang luar biasa ke masyarakat Sidoarjo. Kalau saya diamanahi bupati, saya akan prioritaskan pedagang pasar. Termasuk Pasar Taman Sukoasri ini saya memberi apresiasi keberadaan pasar yang difasilitasi pengurus Rukun Warga (RW) setempat dan pihak swasta. Karena pasar ini mengurangi kepadatan di pasar induk, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten di saat pandemi Covid-19 karena tidak bergerombol," imbuhnya.

Kendati demikian, kata alumni ITS Surabaya ini, BHS menilai Pasar Sukoasri perlu dilengkapi sejumlah fasilitas agar pedagang dan pengunjung bisa merasa nyaman saat berbelanja. Misalnya fasilitas toilet yang jumlahnya masih kurang. Misalnya ada tambahan kamar mandi wanita dan pria. Begitu juga bisa dilengkapi dengan musala.

"Karena saya melihat di pasar ini masih ada lahan kosong, yang kemungkinan bisa dipakai untuk musala. Pasar ini perlu fasilitas perbankan. Misalnya fasilitas ATM agar pedagang bisa menabung. Ke depan ini harus difasilitasi," tegas pengusaha transportasi sukses ini.

Sementara saat ke Pasar Sukoasri itu, BHS dan timnya juga membagi-bagikan masker. Dalam kunjungan ke Pasar Taman Sukoasri ini, BHS juga menyapa dan berdialog dengan para pedagang dan beberapa pengunjung pasar.

"Kami berharap kalau Pak BHS jadi bupati, selalu memperhatikan para pedagang pasar. Terutama yang modalnya kecil agar bisa mendapatkan kucuran bantuan permodalan dari KUR UMKM," pintah salah seorang pedagang, Ny Ismawati. Hel/Waw