Alami Ganggguan Kejiwaan, Robil Bikin Rumah Bambu di Atas Rumah Warga Seketi Dibongkar


Alami Ganggguan Kejiwaan, Robil Bikin Rumah Bambu di Atas Rumah Warga Seketi Dibongkar AMANKAN - Robil salah satu warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo yang mengalami gangguan kejiwaan dikeler petugas gabungan dan bangunan rumah bambu di atas rumah warga dibingkar, Selasa (12/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Robil warga Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo berulah dengan mendirikan sebuah bangunan bambu berukuran 2 × 2 meter di atas genteng (atap) rumah milik Sutoyo warga RT 01 RW 06 desa setempat. Bangunan bambu itu sudah berdiri sejak 2 tahun lalu.

Diduga pria ini mengalami gangguan kejiwaaan dalam beberapa pekan ini. Untuk mengamankan Robil, pihak Pemerintah Desa Seketi sempat dibuat kewalahan. Akhirnya, petugas gabungan diterjunkan ke lokasi dengan mengerahkan sejumlah personil Polsek Balongbendo, Koramil, Satpol PP dan sejumlah relawan dan dibantu warga lingkungan sekitar.

Setelah melakukan pendekatan persuasif, akhirnya berhasil membujuk dan merayu Robil untuk keluar rumah. Usai keluar rumah, pria bersarung ini digelandang petugas gabungan untuk diamankan dan dibawa ke Poskesdes yang berada di sekitar Kantor Balai Desa Seketi. Setelah itu, petugas gabungan bersama relawan dan warga sekitar membongkar dan merobohkan bangunan bambu milik Robil yang ada di atas rumah warga itu.

"Berawal dari pengaduan masyarakat lingkungan warga RW 06, kalau Robil akhir-akhir ini meresahkan warga. Salah satunya membuat rumah bambu di atas genteng rumah milik Sutoyo. Akhirnya, Forkopimka Balongbendo melaksanakan musyawarah dan mediasi pihak keluarga untuk membongkar bangunan bambu itu," ujar Sekdes Seketi Fery, Selasa (12/01/2021).

Menurut Fery proses evakuasi Robil sempat mengalami kesulitan. Karena membutuhkan waktu beberapa jam untuk membujuk dan merayunya agar bisa diamankan. Berkat kesigapan dan pendekatan secara persuasif petugas gabungan, akhirnya Robil berhasil diamankan dan dibawa ke Poskesdes di Balai Desa Seketi.

"Setelah itu, pihak keluarga Robil diajak musyawarah dan mediasi bersama Pemdes Seketi dan Forkopimka Balongbendo. Untuk sementara Robil ditempatkan di Poskesdes dan dijaga anggota Linmas bergantian 3 shift. Selama tinggal di Poskesdes, makan dan minum ditanggung Pemerintah Desa Seketi," imbuhnya.

Fery menjelaskan seusai petugas gabungan Polsek Balongbendo, Koramil, Satpol PP dibantu warga lingkungan RT 01 RW 06 mengamankan Robil langsung membongkar rumah bambu yang berdiri di atas rumah warga itu. Setelah bangunan bambu dibongkar, Robil rencananya akan dibuatkan rumah singgah sederhana untuk ditempati sebagai tempat tinggalnya.

"Kalau tempat tinggal sederhana yang dibuatkan warga secara swadaya selesai, Robil rencananya dipersilahkan untuk menempatinya dan akan disediakan penerangan lampu," tegasnya.

Sementara delama proses mediasi bersama pihak keluarga Robil di kantor Desa Seketi bersama Forkopimka Balongbendo berlangsung aman, lancar dan kondusif.

"Alhamdulillah pihak keluarga korban sudah legowo menerima hasil musyawarah dan mediasi kesepakatan bersama Forpimka," tandasnya.

Diketahui Robil sudah menikah dan tinggal bersama istrinya di Mojokerto. Biduk rumah tangganya hanya seumur jagung. Sekitar 2 tahun, akhirnya pisah ranjang (cerai). Akibatnya Robil mengalami gangguan jiwa.

Kemudian, Robil kembali ke Desa Seketi dan membuat ulah dengan mendirikan sebuah bangunan bambu di atas genteng rumah milik salah satu warga RW 06 itu. Saat ditegur warga, Robil tidak terima dan langsung marah-marah. Diduga akibat mengalami gangguan kejiwaan itu. Akibatnya, warga merasa terancam dan ketakutan sendiri. Warga pun langsung melaporkan permasalahan ini ke Pemerintah Desa Seketi itu. Zak/Waw