Sidoarjo (republikjatim.com) - Momentum peringatan Hari Santri menjadi panggung pembuktian karya nyata bagi SMK YPM 8 Sidoarjo. Bertempat di Incubator Aula SMK YPM 8 Sidoarjo, sekolah kejuruan ini resmi meluncurkan buku terbarunya bertajuk "Asmaul Husna dalam Kancah Kehidupan", sebuah karya literasi dakwah yang disusun langsung para dewan guru SMK YPM 8 Sidoarjo.
Acara peluncuran buku ini, berlangsung semarak dengan dihadiri jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM), para Kepala Sekolah (Kasek), Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, SMA, MTs dan SMK serta dewan guru dari seluruh tingkatan sekolah YPM se-Kabupaten Sidoarjo.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni, ST MM mengungkapkan jika pada momen Hari Santri Nasional tahun lalu sekolahnya meluncurkan Green Park sebagai wujud ikrar cinta lingkungan, tahun ini difokuskan pada perwujudan karya nyata di bidang dakwah dan literasi.
"Setiap hari kita sudah membiasakan penyampaian Asmaul Husna. Alangkah baiknya kalau pembiasaan itu, dibuatkan catatan dan dikumpulkan dalam bentuk buku bersama. YPM telah melaksanakan dakwah bil hal (aksi nyata) dan dakwah bil lisan. Kini saatnya kita perkuat melalui dakwah bil qolam (tulisan) agar menjadi karya yang lestari," ujar Dr Afthoni.
Lebih jauh, Afthoni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru SMK YPM 8 yang mengalokasikan waktu selama 2,5 bulan hingga buku ini siap terbit. Ia juga menyoroti efisiensi anggaran sekolah. Yakni alokasi dana BOS sekitar 10 persen untuk pembelian buku komersial umumnya hanya memiliki masa pakai sekitar tiga tahun.
"Akan tetapi, melalui penerbitan buku karya mandiri, ilmu yang dituang akan berlaku sepanjang masa dan jauh lebih berkembang secara berkelanjutan," ungkap Afthoni.
Dewan Pengawas SMK YPM Jawa Timur, Abdul Kholis menyampaikan apresiasinya atas terobosan yang dilakukan SMK YPM 8 Sidoarjo. Menurutnya, YPM merupakan yayasan yang hebat karena selalu kreatif, inovatif dan kaya akan ide dan kegiatan positif melalui sinergi yang kuat antara yayasan dan lembaga pendidikan.
"YPM memberikan keleluasaan bagi lembaga untuk melakukan pengembangan dan inovasi. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi budaya. Kemudian, budaya itu akan menjadi nilai unggul yang membentuk karakter serta kompetensi tinggi bagi kepala sekolah maupun para siswanya," jelas Abdul Kholis.
Sementara Ketua Yayasan YPM, Ir Ahmad Makki, MT menekankan makna mendalam di balik penerbitan buku ini. Guru yang akrab disapa Gus Makki ini menilai seorang muslim sejati senantiasa memuji Allah SWT tanpa memuji dirinya sendiri.
"Asmaul Husna berisi nama-nama indah dan pujian kepada Allah SWT yang bersifat permanen dan tidak akan pernah hilang. Mengacu pada Kitab Al-Hikam, karya ini menunjukkan kedalaman hati yang selalu memuji Allah SWT," paparnya.
Ahmad Makki berharap buku ini tidak sekadar diluncurkan sebagai simbolis saja. Akan tetapi, benar-benar dibaca dan dihayati.
"Sekaligus harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh civitas akademika, para dewan guru dan siswa YPM se Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi