Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana khidmat meliputi Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu (21/10/2026) malam. Memperingati Hari Santri Nasional, Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran ulama, santri serta tokoh Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul menggelar Munajat Raya untuk Indonesia.
Menariknya, kegiatan spiritual ini tidak hanya terpusat di pendopo kabupaten saja. Akan tetapi, juga dipancarkan secara serentak melalui siaran langsung Zoom di 18 pendopo kecamatan bersama Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Sidoarjo.
Dari pusat acara, Bupati Subandi menyapa langsung para ulama dan ribuan santri yang hadir di wilayah masing-masing. Kegiatan ini, dihadiri jajaran tokoh penting daerah. Diantaranya Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Rizza Ali Faizin, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, Rais Syuriyah PCNU KH R Abdus Salam Mujib, KH Nurcholis Misbah, Ketua MUI Sidoarjo Dr Ahmad Muhammad, Ketua PC Muslimat NU Hj Ainun Jariyah hingga jajaran OPD serta biadan otonom NU (GP Ansor, Muslimat dan Fatayat (NU).
Rangkaian acara diisi dengan doa bersama yang dipimpin KH R Abdus Salam Mujib untuk memohon keselamatan bangsa, keberkahan bagi Kabupaten Sidoarjo serta perdamaian dunia. Khususnya, bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi konflik.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi mengatakan Munajat Raya merupakan ikhtiar spiritual untuk melestarikan perjuangan para kiai dan santri yang telah berjasa besar bagi agama, bangsa dan negara.
"Kita bersama di sini meneruskan perjuangan para kiai dan para santri, khususnya di Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi dunia pendidikan dan pondok pesantren," ujar Subandi membuka acara.
Subandi juga menekankan pentingnya sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama demi menjaga kedamaian serta kemajuan daerah.
"Kita berharap Sidoarjo selalu dilindungi dan dijauhkan dari segala macam marabahaya," pintanya.
Sementara Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin mengapresiasi langkah sinergis ini. Menurutnya, santri dan kiai memiliki peran strategis yang tak terpisahkan dari sejarah perjuangan Indonesia.
"Munajat yang kita panjatkan bersama malam ini adalah ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan dan kemajuan bagi Indonesia, khususnya Sidoarjo. Kita juga mendoakan saudara-saudara kita di Palestina agar segera mendapatkan kedamaian," tutur Kiai Zainal.
Sementara melalui momentum Hari Santri ini, generasi muda diharapkan dapat terus mewarisi semangat perjuangan para ulama dalam menjaga keutuhan NKRI dan menegakkan nilai-nilai keagamaan. Ary/Waw
Editor : Redaksi