Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Santri yang jatuh pada Tanggal 22 Oktober 2026 di lingkungan yayasan YPM Sidoarjo berlangsung meriah dan penuh warna. Upacara dan rangkaian acara ini dipusatkan melalui kolaborasi antara SMK YPM 8 Sidoarjo, SMP YPM Kompleks Sidoarjo serta MTs 2 Sarirogo yang melibatkan sekitar 3.000 anak di Lapangan Kavaleri Desa Sumput, Sidoarjo, Kamis (22/10/2026).
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni mengungkapkan puncak acara Hari Santri Nasional 2026 diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan edukatif yang melibatkan para siswa.
Salah satu daya tarik utama dalam upacara Hari Santri Nasional adalah peragaan jurus seni bela diri Pagar Nusa secara massal. Aksi ini dibawakan dengan apik oleh para siswa kelas 10 SMK YPM 8 Sidoarjo, siswa kelas 7 SMP YPM Sarirogo dan MTs 2 Sarirogo, yang merupakan hasil dari pembinaan fisik melalui kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) beberapa bulan lalu.
Kemeriahan acara juga semakin lengkap dengan adanya pertunjukan musik dari Band Puma.
"Tidak hanya pertunjukan seni, momen peringatan Hari Santri Nasional ini juga dirangkai dengan peluncuran buku Asmaul Husna karya para guru SMK YPM 8 Sidoarjo. Buku setebal kurang lebih 500 halaman yang ditulis seluruh guru tersebut diluncurkan sebagai wujud ikrar santri dalam berkontribusi dan berkarya nyata untuk negeri yang bakal dilaunching di ruang Inkubator SMK YPM 8 Sidoarjo," ujar Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni kepada republikjatim.com, Kamis (22/10/2026) usai upacara Hari Santri Nasional 2026 sembari menjelaskan Buku Asmaul Husna sebagai karya yang menjadi bagian dari ikrar santri bahwa para pendidik di sekolah turut berkontribusi dan berkarya nyata untuk negeri.
Selain upacara dan hiburan, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional juga diisi dengan aksi nyata kepedulian sosial terhadap lingkungan. Sehari sebelumnya, para siswa telah melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dengan membersihkan 26 titik musala di sekitar Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo dan Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono.
"Tidak hanya membersihkan tempat ibadah saja, para siswa juga mendonasikan perlengkapan kebersihan bagi masing-masing musala yang ada di sekitar komplek sekolah YPM Sidoarjo," ungkap Afthoni yang juga sebelumnya menjabat Waka Kurikulum SMK YPM 8 Sidoarjo ini.
Sementara kepedulian sosial para siswa dan guru juga ditunjukkan melalui penggalangan dana untuk korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang hingga kini belum padam.
"Dalam aksi solidaritas kemanusiaan itu, terkumpul donasi kemanusiaan untuk Karhutla yang mencapai Rp 6,1 juta lebih dari para siswa dan guru," tandasnya.
Kegiatan kemanusiaan ini, lanjut Dr Afthoni merupakan bentuk kepedulian sosial yang luas, pihak sekolah bersama para siswa turut menggalang dana kemanusiaan untuk korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Kami pihak sekolah senantiasa mengedepankan nilai kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan bencana. Agenda penggalangan dana Karhutla ini disepakati untuk dimasukkan ke dalam rangkaian agenda upacara dan apel Hari Santri Nasional. Karena sebelumnya, sekolah juga aktif menyalurkan donasi sosial lainnya, seperti penyerahan bantuan dalam rangka Hari Pekan PMI kepada dinas terkait di Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi