Kisah "ROKET" dan Mitos BPJS Bikin Penyakit Gatal Minta Dirawat di IGD serta Layanan Tanpa Tunggakan ala RSI Siti Hajar

republikjatim.com
PAPARAN - Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr H Iqbal Faizin, M Kes AIFO-K memaparkan program jaminan kesehatan nasional yang sempat memicu berbagai fenomena lucu dan menjadi tantangan bagi pihak rumah sakit menangani pasiennya,

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kerap diwarnai dengan cerita-cerita unik di masyarakat. Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. H. Iqbal Faizin, M.Kes., AIFO-K mengungkapkan bagaimana program jaminan kesehatan nasional itu, sempat memicu berbagai fenomena lucu sekaligus tantangan tersendiri bagi pihak rumah sakit dalam menangani pasiennya.

​Dalam perbincangan santai yang didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Riza Ahmadi Thohir, S.E., M.M beserta beberapa staf dan dokter lainnya, dr Iqbal menceritakan bagaimana pada beberapa waktu lalu kehadiran BPJS sempat membuat "kemaruk" sebagian warga. 

Baca juga: Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Subandi dan KPPN Sidoarjo Pacu Koperasi Desa Merah Putih hingga UMKM

​"Masyarakat kita itu dengan adanya BPJS, bahasa Sidoarjo-nya itu 'kemaruk'. Sakit sedikit sudah minta dilayani di IGD. Misalnya sakit gatal-gatal saja minta ke IGD. Padahal, obatnya cuma (hanya) kukur-kukur (garuk-garuk) selesai,"  kelakar dr Iqbal di hadapan puluhan wartawan Sidoarjo saat Media Gathering, Jumat (16/10/2026) malam di salah satu resto di Sidoarjo.

​Fenomena itu, lanjut dr Iqbal sempat membuat rumah sakit kewalahan lantaran membludaknya pasien dengan keluhan ringan yang memaksa ingin ditangani segera di IGD atau bahkan minta diinapkan. 

"Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, layanan BPJS kini semakin tertata dan lancar tanpa kendala tunggakan atau lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Solusi Kemacetan Makin Dekat, Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo Berjalan Mulus

​Sementara di tengah dinamika pelayanan kesehatan, lanjut dr Iqbal RSI Siti Hajar terus berbenah dengan berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui semangat transformasi yang dikenal dengan istilah ROKET. Bahasa itu baru dirumuskan manajemen. Nah, istilah ROKET memiliki kepanjangan filosofis yang cukup mendalam.

"Kurang lebihnya roket itu, ​R (Rumah Sakit Unggul), ​O (Owner Bangga), ​K (Kompeten), ​E (Efisien dalam (Keuangan) dan ​T (Terbaik dalam Layanan). ​Filosofi itu, menginspirasi lahirnya maskot RSI Siti Hajar yang diberi nama ROSI. Nama ROSI sendiri merupakan akronim dari Roket Siti Hajar yang juga terinspirasi dari semangat ibu-ibu pengajian di RSI Siti Hajar," tegasnya.

Baca juga: Beri Kesempatan Kedua, Pemkab Sidoarjo Siap Bedah Fasilitas Liponsos, Salurkan Warga Binaan Sembuh Jadi Tenaga Kerja

​Dengan sistem pelayanan yang tertib, lancar serta komitmen manajemen yang kuat dalam membenahi pelayanan itu, kata dr Iqbal RSI Siti Hajar Sidoarjo membuktikan sinergi bersama BPJS dapat berjalan harmonis.

"Terutama dalam memberikan kenyamanan dan kepastian layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat yang datang ke RSI Siti Hajar Sidoarjo,'' pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru