Warga Pejarakan Jabon Mengeluh Tak Miliki Mobil Operasional Desa, Setiap Kegiatan Nebeng Desa Lain


Warga Pejarakan Jabon Mengeluh Tak Miliki Mobil Operasional Desa, Setiap Kegiatan Nebeng Desa Lain BUTUH - Kondisi Kantor Balai Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo yang memprihatinkan karena tidak memilik mobil Operasional Desa, Senin (04/01/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Desa Pajarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo layaknya dianaktirikan. Ini menyusul, saat ratusan desa di Sidoarjo mendapatkan Mobil Operasional Desa jenis Suzuki APV akhir Tahun 2018 lalu, desa ini justru tak mendapatkannya.

Wajar saja, jika warga kerap mendatangi kator balai desa setempat. Hal ini, dipicu desa tidak memiliki Mobil Operasional Desa itu.

"Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Desa serta untuk kepentingan menjalankan tugas roda pemerintah desa terpaksa harus menyewah atau meminjam mobil operasional desa lain," ujar Pj Kepala Desa (Kades) Pejarakan, Suribto kepada republikjatim.com, Senin (04/01/2021).

Lebih jauh, Suribto menjelaskan desa yang dipimpinnya itu sudah lama tidak memiliki Mobil Operasional Desa. Pihak Pemerintah Desa pun terus berusaha memiliki mobil operasional desa melalui musyawarah desa. Bahkan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di kecamatan hingga Pemkab Sidoarjo.

"Tapi, sampai saat ini belum ada realisasinya. Padahal, pengadaan Mobil Operasional Desa itu sangat dibutuhkan warga dan Pemerintah Desa. Kalau desa tidak memiliki mobil operasional desa, saat warga membutuhkan untuk kepentingan berobat atau lainnya terpaksa menyewah atau meminjam," imbuhnya.

Sebaliknya, kata Suribto jika perangkat desa atau staf desa membutuhkan untuk keperluan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Batu, Malang dan Trawas, Mojokerto seperti beberapa bulan lalu, maka harus mendompleng menumpang mobil operasional desa lain. Bahkan ada yang berboncengan mengendarai motor.

"Kan kasihan luar kota naik motor. Apalagi saat ini, musim hujan," tegasnya.

Apalagi, kata Suribto jumlah penduduk saat ini mencapai 1.156 jiwa dengan menempati rumah tinggal mencapai 498 jiwa.

"Ini tidak menjadi salah satu ukuran. Karena persoalannya, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami benar-benar butuh pengadaan mobil operasional itu, karena sangat dibutuhkan," tegasnya.

Sementara salah seorang warga setempat, Yuli berharap pengadaan mobil operasional desa segera bisa direalisasikan. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Desa dapat terpenuhi seperti sejumlah desa lainnya di Sidoarjo.

"Warga memang saat ini butuh mobil operasional desa. Karena saat ada yang sakit, kami meminjam mobil dari desa lain dan terkadang harus menyewah," tandasnya. Yan/Hel/Waw