Wabup Sidoarjo Berharap Impian Kosti Satu Sepeda Sejuta Saudara Terwujud


Wabup Sidoarjo Berharap Impian Kosti Satu Sepeda Sejuta Saudara Terwujud NGONTHEL - Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin turut ngonthel bersama ratusan onthelis dan paguyuban Poked Dusun Kedunglo, Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo menggunakan sepeda kuno lengkap dengan pakaiannya, Minggu (05/01/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin berharap keinginan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sidoarjo dengan semboyan satu sepeda sejuta saudara bisa terwujud. Bagi Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur ini, keinginan mulai itu bisa segera terwujud.

Salah satu tandanya bertambahnya anggota paguyuban Kosti Sidoarjo. Yakni yang terbaru adalah Paguyuban Onthel Kedunglo (Poked), Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Meski baru dikukuhkan hari ini para pengurusnya dibawa pimpinan Muaji, akan tetapi anggotanya sudah mencapai ratusan onthelis dan onthelista.

"Kami harap kegiatan onthelis dan onthelista yang tergabung dalam Poked ini bisa membawa kebaikan untuk masyarakat. Jargon satu sepeda sejuta saudara harus terealisasi. Karena dengan ngonthel bukan hanya sehat, tetapi juga banyak saudara," terang Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin kepada republikjatim.com, Minggu (05/01/2020) disela-sela acara Pengukuhan Pengurus (Poked) dan Temu Kangen Onthel Sidoarjo Wilayah Barat di Dusun Kedunglo, Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon.

Wabup yang juga menjabat Pembina Kosti Sidoarjo meyakini, jika komunitas dan paguyuban pecinta sepeda tua bakal semakin banyak di Sidoarjo. Hal ini lantaran sebagai salah satu upaya melestarikan budaya asli Indoesia juga untuk menjaga keseimbangan alam. Yakni dengan onthel badan sehat dan tidak menimbulkan polusi.

"Makin banyak onthelis maka dunia akan semaki awet. Selain rama lingkungan ngonthel juga membuat ekologi alam bisa tetap terjadi di tengah era industrialisasi 4.0 dan serba digital," ungkapnya.

Kendati demikian, Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur ini berharap saat Kosti Sidoarjo semakin berkembang dan anggotanya semakin banyak, maka jiwa sederhana anggota dan pengurus harus tetap dijaga. Alasannya, kesederhaan dan kekompokan para onthelis dan onthelista dari berbagai desa di Sidoarjo maka dapat menjaga kekompakan dan meningkatkan jiwa nasiolisme.

"Kejiwaan yang sederhana dan semangat nasionalisme bisa terpupuk lewat ngonthel bareng. Apalagi disini Desa Kedungsugo dan Desa Kedungkembar, para Kadesnya juga onthelis. Pesan ini penting karena hidup sederhana dapat membuat keberlangsungan hidup semakin tertata," tegasnya.

Sementara Ketua Kosti Kabupaten Sidoarjo, Ari Baiyashi menegaskan jika jumlah komunitas dan paguyuban onthelis dan onthelista di Sidoarjo terus bertambah. Hal ini lantaran mereka yang sebelumnya hanya terdiri dari kelompok-kelompok kecil dikumpulkan dan diwadahi dalam Kosti Sidoarjo.

"Karena itu, meski jumlahnya terus berkembang kami tetap solid dan bersatu serta tetap mengutamakan kesederhaan," ungkapnya.

Sementara Penasehat Kosti Pusat, Bambang Waluyojati menegaskan mempertahankan penggunaan sepeda kuno bagian dari nguri-nguri budaya.

"Karena sepeda kuno bagian dari budaya bangsa Indonesia," tandasnya. Hel/Waw