Usia 2 Minggu, Proyek Plengsengan Sungai Segorotambak Bernilai Ratusan Juta Ambrol


Usia 2 Minggu, Proyek Plengsengan Sungai Segorotambak Bernilai Ratusan Juta Ambrol AMBROL - Proyek pembangunan plengsengan Sungai Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang menelan anggaran ratusan juta rupiah ambrol sejak Sabtu kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proyek pembangunan Plengsengan Sungai yang ada di Perbatasan Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati dan Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Sidoarjo mendadak ambrol. Diduga ambrolnya proyek plengsengan itu disebabkan karena kurang kuatnya beton penahan plengsengan itu.

Akibatnya, proyek yang baru dikerjakan sekitar dua pekan kemarin itu ambrol tanpa sebab yang jelas. Bahkan ambrolnya plengsengan itu mencapai sekitar 20 meteran.

"Ambrolnya memang sudah sejak Sabtu (05/10/2019) kemarin. Makanya sekarang warga yang rumahnya berdekatan dengan proyek itu merasa was-was. Apalagi ambrolnya plengsengan sungai itu bisa jadi makin parah kalau tak diperbaiki," kata Sujai salah seorang nelayan setempat, Selasa (08/10/2019).

Hal yang sama disampaikan warga lainnnya, Mugiadi. Menurutnya awalnya plengsengan itu ambrol sepanjang 10 meter. Tak berselang lama kemudian disusul ambrolan kedua sekitar 10 meter di bagian utara.

"Memang warga yang rumahnya berdekatan dengan proyek plengsengan takut ambrol lagi. Karena jarak rumah warga memang sangat berdekatan dengan ambrolnya plengsengan itu," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Edy Setiawan mengaku sudah berkoordinasi dengan Kecamatan Sedati atas ambrolnya proyek plengsengan itu. Selain itu, rencananya juga bakal dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga Provinsi Jatim.

"Karena informasinya proyek plengsengan itu masuk dalam proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Bukan kewenangan dinas terkait di Sidoarjo," tandasnya. Waw