Terobsesi Film Porno, Arek Candi Keranjingan Masturbasi di Tempat Umum Diciduk Polisi


Terobsesi Film Porno, Arek Candi Keranjingan Masturbasi di Tempat Umum Diciduk Polisi DIPAMERKAN - Tersangka Ari Yuswan (35) warga Candi, Sidoarjo yang masturbasi dan dipamerkan di jalanan ditangkap petugas Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo, Selasa (14/01/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ulah dan perbuatan Ari Yuswan (35) pria asal Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo, yang kerap masturbasi (onani) di tempat-tempat umum, membuatnya berurusan dengan polisi. Hal ini lantaran perbuatan tersangka sengaja dipertontonkan di atas motor Yamaha N Max yang ditumpanginya.

Tersangka ditangkap karena perbuatan masturbasi dilakukan 13 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu IDP (sebagai pelapor), siswi sebuah sekolah di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo bersama beberapa temannya memergoki perbuatan tersangka. Kemudian merekamnya, lalu hasil rekaman video itu disebarkan oleh teman IDP di Media Sosial (Medsos).

Merespon keluhan masyarakat terkait viralnya video yang menampilkan adegan masturbasi di muka umum ini, petugas Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus ini. Kemudian polisi menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Tersangka Ari Yuswan mengaku melakukan perbuatan tak senonoh itu sudah lima kali. Dirinya masturbasi sembari berimajinasi melihat anak-anak sekolah.

"Saya melakukan itu karena keseringan melihat film porno," katanya, Selasa (14/01/2020) sore di Polresta Sidoarjo.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan karena tersangka terlalu sering nonton film porno memicu tersangka melakukan masturbasi di muka umum di atas motor miliknya. Saat masturbasi itu, tersangka berfantasi berhubungan seksual bersama siswi sekolah.

"Tersangka dijerat pasal tindak pidana mempertontonkan diri atau orang lain di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi, seksual dan senggama. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 jo pasal 10 UURI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara," tandasnya. Yan/Waw