Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Belasan Warga Ponorogo Digiring Dihukum Push Up


Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Belasan Warga Ponorogo Digiring Dihukum Push Up PUSH UP - Belasan warga yang tidak disiplin mengenakan masker terjaring razia tim Trantib Kecamatan Bungkal dihukum push up di kantor kecamatan, Senin (14/09/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Forpimka Bungkal menggelar razia masker di seputaran pasar dan perempatan Bungkal, Senin (14/09/2020). Sasarannya, warga pengunjung pasar dan pengguna jalan yang masih belum menjalankan disiplin protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Razia masker ini merupakan tindak lanjut Perbup Nomor 109 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakaan Hukum Protokol Kesehatan.

"Kami bersama tim kecamatan dan Koramil Bungkal melaksanakan penindakan kepada warga yang tidak pakai masker. Razia ini sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Ponorogo," terang Kapolsek Bungkal AKP Joko Suseno kepada republikjatim.com, Senin (14/09/2020).

Menurut Joko dalam razia itu, masih ditemukan warga yang masih belum disiplin menggunakan masker. Menurutnya, bagi warga yang tidak disiplin dibawa ke halaman Kecamatan Bungkal untuk dilakukan pembinaan dan penindakan.

"Sanksi itu dilakukan Kasi Trantib. Sementara Polri dan TNI hanya mendampingi," imbuhnya.

Kasi Trantib Kecamatan Bungkal, Katiman menjelaskan razia ini digelar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Ponorogo sesuai Perbup Nomor 109 Tahun 2020. Menurutnya, hari pertama razia ini sebenarnya gabungan dengan tim dari Kabupaten, Dishub, Satpol PP, Polres dan Kodim Ponorogo. Akan tetapi batal karena ada kegiatan lainnya.

"Jadi di Bungkal dilaksanakan sendiri razianya. Hasilnya ada 16 orang yang terjaring karena tidak disiplin tidak mengenakan masker," ungkapnya.

Soal sanksi yang diberikan kepada pelanggar sebagai bentuk tindakan tim langsung membawa ke halaman Kantor Camat Bungkal sesuai hasil koordinasi Forpinka Bungkal. Belasan warga yang terjaring ditindak dengan bentuk tindakan ringan seperti olahraga. Diantaranya push up, scot jam, menghafalkan Pancasila, menyanyikan lagu wajib (kebangsaan) dan bahkan tindakan sosial serta yang terberat denda Rp 50.000.

"Hari ini tidak ada yang kena sanksi denda. Bahkan ada yang tidak hafal Pancasila dan lagu lagu kebangsaan. Terakhir diminta membuat surat pernyataan," jelasnya.

Sementara salah seorang pelanggar yang enggan namanya dicatut mengaku grogi ketika tidak menghafal Pancasila.

"Saya grogi karena kaget kena razia masker ini," akunya. Mal/Waw