Tak Terima Dituding Mencuri, Arek Porong Nekat Habisi Nyawa Purnwirawan Polri


Tak Terima Dituding Mencuri, Arek Porong Nekat Habisi Nyawa Purnwirawan Polri RUMAH KORBAN - Kondisi rumah Jasah (79) purnawirawan Polri yang diduga dibunuh keponakannya di rumahnya di Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Senin (14/09/2020) petang. Insert foto pelaku pembunuhan, Heppy Prima (23) warga Kelurahan Mindi.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Nasib tragis dialami Jasah (79) warga Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Minggu (13/09/2020) petang. Purnawirawan Polri ini ditemukan tewas di rumahnya.

Diduga korban tewas di tangan keponakannya sendiri, Heppy Prima (23) pemuda Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong yang kos di Dusun Beringin, Desa Pamotan, Kecamata Porong, Sidoarjo. Kini, tersangka dan barang buktinya diamankan di Polresta Sidoarjo untuk proses hukum lebih lanjut.

Saat ditemukan tewas, korban mengalami luka di bagian leher kiri. Jenazah korban pertama kali ditemukan Dadang Tjahyono (44) warga Desa Sepande, Kecamatan Candi yang tak lain putra kandung korban.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya. Saat itu saya pulang ke rumah berniat menjenguk orangtua saya. Saat tiba di rumah sekitar pukul 18.30 WIB, saya melihat lampu dalam dan luar rumah padam (mati). Setelah itu, saya ketuk-ketuk pintu depan rumah, tapi tidak ada jawaban," ujar saksi Dadang Tjahyono.

Karena merasa penasaran dan curiga, lanjut Dadang dirinya berusaha untuk masuk ke dalam rumah. Tetapi kondisi pintu terkunci dari dalam rumah. Tidak lama setelah merusak pintu candela, yang berada di samping kiri rumah, saksi dapat masuk ke dalam rumah. Betapa kagetnya saksi, ketika menyalakan lampu melihat orangtuanya tergeletak dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Atas kejadian itu, saya langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Porong," ungkapnya.

Kapolsek Porong Kompol Sarwo Waskita menjelaskan berdasarkan laporan itu, dirinya bersama anggotanya langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, memintai keterangan beberapa saksi.

"Kasus ini dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo. Jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong untuk divisum," tegasnya.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji membenarkan kasus dugaan telah penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu. Menurutnya, latar belakang motif dugaan pembunuhan itu, karena pelaku tidak terima dituduh melakukan pencurian di rumah korban.

"Karena ditegur korban itu, pelaku naik pitam dan tidak terima atas tuduhan yang diberikan korban," jelasnya.

Sebelumnya, kata Sumardji pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 12.00 WIB. Berulangkali pelaku mengetuk pintu rumah korban. Namun tidak dibukakan korban. Setelah itu, pelaku melewati pintu belakang rumah dengan membawa balok.

"Nah disitulah, pelaku dapat masuk ke dalam rumah korban dan menghampiri korban yang saat sedang melihat televisi itu," paparnya.

Seketika itu, kata Sumardji sempat terjadi cek-cok dan adu mulut antara pelaku dan korban. Namun, diduga pelaku tidak dapat mengendalikan emosi langsung memukulkan balok yang dipegangnya kepada korban berkali-kali hingga korban tak berdaya.

"Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya pidana seumur hidup," tandasnya. Yan/Waw